Pantau Flash
Tanggal Rilis Moon Knight Sudah Dikonfirmasi oleh Marvel
Aturan lengkap PPKM, DKI Jakarta Level 2
Ferdinand Hutahaean Tulis Surat Minta Maaf kepada Masyarakat, Begini Isinya
Punya Penyakit, Ferdinand Hutahaean Ajukan Penangguhan Penahanan
KPK Verifikasi Laporan Ubedilah terkait Gibran dan Kaesang

WN Korea Korban Kecelakaan Cipularang Tolak Diobati dan Minta Dipulangkan

WN Korea Korban Kecelakaan Cipularang Tolak Diobati dan Minta Dipulangkan Petugas mengevakuasi korban kecelakaan maut Cipularang, Senin (2/9/2019). (Foto: Antara/Ali Khumain)

Pantau.com - Seorang Warga Negara Asing asal Korea yang menjadi korban kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang meminta dipulangkan ke negara asalnya. Bahkan, WNA bernama Sen Hu Sop (61) itu beberapa kali menolak penanganan medis.

"Beberapa kali menolak saat akan ditangani secara medis. Ia meminta kembali ke Korea agar ditangani kedokteran di negaranya," kata dr Sigit Indra Bestari, juru bicara dokter Rumah Sakit Thamrin (Rumah Sakit Abdul Radjak) Purwakarta, saat konferensi pers di Mapolres Purwakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca juga: Dua Sopir Truk Jadi Tersangka dalam Kasus Kecelakaan Tol Cipularang

Sen Hu Sop harus dibawa ke Rumah Sakit Thamrin yang berubah nama menjadi Rumah Sakit Abdul Radjak, karena mengalami luka bakar sekitar 35 persen akibat kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang.

Kecelakaan beruntun yang terjadi di jalan Tol Cipularang Kilometer 91 arah Jakarta pada Senin kemarin, melibatkan 20 kendaraan. Beberapa kendaraan terbakar.

Delapan orang meninggal serta puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa kecelakaan tersebut.

Sementara itu, 12 orang dari 24 korban yang mengalami luka ringan sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Abdul Radjak kini sudah dipulangkan ke keluarganya masing-masing.

Baca juga: Mencekam! Begini Detik-detik Sebelum Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

Ada juga telah dirujuk ke rumah sakit di wilayah Bekasi, karena perlu penanganan dari dokter bedah syaraf.

Pihak Jasa Raharja menjamin pembayaran rumah sakit bagi korban luka-luka maksimal Rp20 juta. Sedangkan bagi korban meninggal dunia akan mendapatkan asuransi sebesar Rp50 juta.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan N

Berita Terkait: