Pantau Flash
Trump Berharap Seluruh Warga AS Disuntik Vaksin COVID-19 April 2021
Giannis Antetokounmpo MVP NBA 2020, Kalahkan King James dan Harden
Depok Berikan Kelonggaran Terhadap Aktivitas Warga 2 Pekan ke Depan
Rektor IPB Positif COVID-19 Tanpa Tunjukkan Gejala
Tambahan Kasus Harian COVID-19 RI Rekor Lagi, 4.168 Dinyatakan Positif

Wow, Manusia Pertama di Papua Hadir 50 Ribu Tahun yang Lalu

Headline
Wow, Manusia Pertama di Papua Hadir 50 Ribu Tahun yang Lalu Mumi yang ditemukan di Papua (Foto: Dok. Hari Suroto)

Pantau.com - Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto menyebutkan kehadiran manusia pertama Papua, terjadi sekitar 50.000 tahun yang lalu. Hal ini berdasarkan bukti data arkeologi yang ditemukan di Situs Teluk Huon, sebelah utara Papua Nugini.

Hari mengatakan, bukti arkeologi ini berupa kapak batu yang disebut dengan waisted atau kapak berpinggang. Nenek moyang pertama ini dikenal dengan Austromelanesia, yang menjadi nenek moyang orang Papua, Papua Nugini, dan Melanesia.

Nenek moyang pertama ini membawa pengetahuan yang berharga yaitu pembuatan api. Bisa dikatakan bahwa orang Austromelanesia ini yang pertama kali mengeksploitasi daerah Pulau Nugini adalah pemburu dan pengumpul makanan, yang akhirnya bisa menentukan yang mana dari sumber alam yang tersedia di lingkungannya yang bisa dimakan, dengan bereksperimen memakan apapun yang tersedia di alam.

"Fauna yang terdapat di Nugini sama sekali belum terbiasa dengan manusia ketika mereka harus berhadapan dengan manusia-manusia yang lapar. Karena itu, kepunahan marsupial berbadan besar yang merupakan fauna endemik Nugini karena ulah manusia," ujarnya.

Baca juga: Ganti Rugi Soal Stadion Papua Bangkit Diharapkan Segera Tuntas

Menurut dia, setelah punahnya mamalia berbadan besar, hewan buruan yang ada hanya terbatas pada hewan-hewan kecil seperti tikus tanah, kuskus, kanguru tanah, dan kanguru pohon.

Orang Austromelanesia ini dari Teluk Huon kemudian berpindah ke Situs Kuk di Lembah Waghi, dataran tinggi Papua Nugini dan mengembangkan pertanian keladi pada 8000 tahun yang lalu, kemudian mereka juga bermigrasi ke Lembah Baliem Papua dan mengembangkan pertanian buah merah pada 7000 tahun yang lalu.

Selain buah merah, tambah dia, tanaman labu air bahan koteka juga mulai dibudidayakan di Lembah Baliem. Keberadaan kolam air asin di pegunungan tengah Papua juga menjadi daya tarik penghuni awal Papua untuk menempati wilayah tersebut. Di beberapa lokasi terpisah di wilayah dataran tinggi bisa dijumpai kolam-kolam air asin.

Baca juga: Indonesia Kecam Dewan Oxford Atas Penghargaan Bagi Benny Wenda

Sebelumnya, Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental Prof. dr Herawati Sudoyo mengatakan hingga kini ia masih meneliti DNA nenek moyang pertama orang Papua.

Prof. dr Herawati Sudoyo di Jayapura, Senin, mengatakan nenek moyang orang Papua, dalam migrasi dari Afrika menuju Papua, melewati daratan Asia dan di situlah terjadi perkawinan dengan Denisova sehingga DNA orang Papua kemungkinan ada kesamaan dengan nenek moyang yang bernama Denisova.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: