Pantau Flash
Jubir Sebut 75 Persen Pasien COVID-19 di 11 Provinsi Telah Sembuh
Bamsoet Mendesak Kementan Segera Lakukan Uji Klinis Antivirus Korona
Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 di Wisma Atlet Bertambah Menjadi 3.586 Orang
Seluruh Pasien COVID-19 di Klaster Terbesar Gunung Kidul Telah Sembuh
Soal Larangan Tampil di Liga Champions, Guardiola Yakin City Menang Banding

'Ya Allah Kesetrum', Jadi Kalimat Terakhir Santri Sebelum Tewas Tersetrum

'Ya Allah Kesetrum', Jadi Kalimat Terakhir Santri Sebelum Tewas Tersetrum Petugas saat merawat santri yang meninggal dunia setelah terkena aliran listrik di Blitar, Jawa Timur, Selasa (5/11/2019) malam. (Foto: Antara)

Pantau.com - Seorang santri pondok pesantren di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meninggal dunia gara-gara tersengat aliran listrik.

Paur Humas Polres Blitar Bripka Didik Dwi mengemukakan kejadian itu berawal saat korban, AM (13) membantu kerja bakti di pekarangan bagian belakang pondok pesantren, pada Selasa malam, 5 November kemarin.

"Saat ada rekan Muhamad Maulana yang sedang menaruh kabel yang digunakan untuk menyalakan lampu guna penerangan dalam kegiatan kerja bakti di pekarangan bagian belakang pondok pesantren. Kemudian korban bermaksud akan membantu dengan menancapkan ke stop kontak yang ada di dapur pondok," katanya di Blitar, Rabu (6/11/2019).

Baca juga: Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini, Nunung dan Suami Berharap Dituntut Ringan

Saat hendak menancapkan tersebut, korban terkejut sambil berkata "Ya Allah kesetrum". Setelah korban berteriak demikian, yang bersangkutan terjatuh telentang.

Mengetahui kejadian itu, rekan-rekan korban juga langsung menolongnya dan mencari bantuan. Yang bersangkutan juga dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, namun nyawanya tidak dapat tertolong. Ia meninggal dunia.

Keluarga yang mendengar kabar tersebut juga panik. Mereka langsung menuju ke Puskesmas guna mengetahui langsung kondisi anak tersebut. Mereka bersedih, sebab yang bersangkutan meninggal dunia.

Baca juga: Bacok Teman Kerja 27 Tahun Lalu, Pria Ini Dihukum Suntik Mati

Namun, lanjut Bripka Didik keluarga menolak untuk dilakukan autopsi pada yang bersangkutan. Mereka menerima dengan ikhlas kejadian tersebut dan menilai bahwa hal itu merupakan musibah.

Keluarga juga sudah memberikan pernyataan secara resmi bahwa menolak untuk dilakukan autopsi. Setelah jenazah dirawat di Puskesmas, keluarga lalu mengambilnya dan memakamkan di tempat pemakaman yang ada di desa mereka yakni Desa/Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: