Yasonna Laoly Sempurnakan 14 Isu dalam RKUHP

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. (Foto: Antara/Fathur Rochman)Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. (Foto: Antara/Fathur Rochman)

Pantau.com – Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly menyatakan akan menyempurnakan 14 isu dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang masih menjadi kesalahpahaman di masyarakat.

“Tentu kita harus menyiapkan diri menyempurnakan beberapa hal yang perlu kita selesaikan yang berkembang di masyarakat, ada 14 isu,” kata Yassona.

Namun Yassona tidak menjelaskan 14 isu yang masih menjadi kesalahpahaman di masyarakat.

Baca juga: Baleg DPR RI Akan Minta Masukan Masyarakat Terkait 12 Pasal di RKUHP

Menurutnya, ada beberapa substansi yang perlu dibicarakan ulang, namun saat ini posisinya sudah disahkan di tingkat 1 atau di Komisi III DPR.

“Jadi memang kita harus kembali satu tahap untuk menyelesaikann beberapa pasal krusial,” tandasnya.

Dia mengatakan, pemerintah dan DPR akan membahas pasal mana yang salah pengertian dan mana yang sudah benar secara substansi.

Baca juga: Hanya 35 RUU Prolegnas Disahkan, Menteri Yasonna: Nafsu Besar Tenaga Kurang

Badan Legislasi (Baleg) meminta masukan dari masyarakat terkait 12 pasal dalam RKUHP yang sebelumnya mendapatkan sorotan dari publik. 12 pasal yang akan mendapatkan masukan adalah, Pasal 2 tentang hukum yang hidup dalam masyarakat, Kedua, Pasal 218 terkait penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden, khususnya di ayat (1). Bunyi Pasal 218 ayat (1), Ketiga dan keempat yaitu Pasal 240 dan 241 tentang penghinaan terhadap pemerintah.

Kelima, Pasal 252 tentang kepemilikan kekuatan gaib untuk melakukan tindak pidana. Keenam, Pasal 278 tentang pembiaran unggas, yang disebutkan Setiap orang yang membiarkan unggas yang diternaknya berjalan di kebun atau tanah yang telah ditaburi benih atau tanaman milik orang lain dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori II.

Ketujuh, Pasal 414 tentang mempertunjukkan alat kontrasepsi, dan yang terakhir yakni yang kedelapan Pasal 417 tentang perzinahan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta