Pantau Flash
Said Aqil Umumkan Siap Maju Lagi Jadi Calon Ketua Umum PBNU
Buka-bukaan Menpora, Akui Tak Ikut Campur Keputusan PBSI Mundur dari BWF
Ribuan Buruh Terobos Barikade, Polisi: Aksi Boleh Panas tapi Kepala Harus Dingin
Kala Jokowi Beli Jaket Boomber Motif Tenun Dayak Sintang, Langsung Dipakai!
Satu Keluarga Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Polisi Turun Tangan

Zulkifli Hasan: Konstitusi Harus Menyesuaikan Tuntutan Zaman

Headline
Zulkifli Hasan: Konstitusi Harus Menyesuaikan Tuntutan Zaman Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan (Foto: Antara)

Pantau.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengatakan konstitusi negara akan terus berkembang sesuai dengan dinamika dan kebutuhan masyarakatnya. Menurutnya, konstitusi juga harus menyesuaikan tuntutan zaman.

"Konstitusi yang ada harus dapat terus menyesuaikan dengan tuntutan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan kehidupan bernegara," kata Zulkifli saat menyambut saat Peringatan Hari Konstitusi bertema 'Evaluasi Pelaksanaan UUD 45' di Gedung MPR/DPR/ PD RI, Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Ia menjelaskan, dalam pembahasan menyesuaikan dengan zaman, pada tahun 1999 hingga dengan 2002, MPR sebagai lembaga yang mengubah dan mengatur UUD telah membuat reformasi konstitusi Indonesia melalui Perubahan UUD 1945.

Serta telah mengantarkan bangsa Indonesia beralih babak baru yang mengubah sejarah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Perubahan ini memberikan landasan yang kuat bagi bangsa untuk mengatur dan menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara serta mendukung penegakan demokrasi dan hak asasi manusia sesuai harapan rakyat dan semangat reformasi," katanya.

Baca juga: Kalimat Singkat Zulkifli Hasan Soal Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Namun setelah 17 tahun berjalan, menurut Zulkifli, mulai dirasakan masih ada ruang-ruang kosong dalam konstitusi yang menerima penyelenggaraan kehidupan ketatanegaraan berjalan beriringan dengan perkembangan perkembangan masyarakat.

"Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang disebut sebagai‘ ​​revolusi ketatanegaraan ’turut dihadapkan pada perkembangan nilai-nilai masyarakat yang tumbuh dan berkembang, sehingga perlu menjadi bantuan untuk meningkatkan," paparnya.

Selain itu, berhasil reformasi konstitusi tidak menjamin apa yang dikehendaki oleh konstitusi dapat segera terwujud.

"Pada tingkat implementasi masih ditemukan ada kekurangan dan bahkan ketidaksesuaian yang dikaji ulang terkait dengan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam konstitusi," pungkasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Nani Suherni
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: