Pantau Flash
Baleg DPR Agendakan Raker dengan Pemerintah Sebelum Bahas RUU Ciptaker
PSBB DKI Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020
Laboratorium Rapid Test PCR Korona RSPAD Gatot Soebroto Segera Beropersi
Pemerintah: 14.354 Spesimen Telah Diperiksa untuk Deteksi COVID-19
Menkeu: 11,9 Juta Nasabah KUR Dapat Penundaan Cicilan Pokok dan Bunga

4 Faktor Penyebab Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Malaysia

Headline
4 Faktor Penyebab Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Malaysia Pemain Malaysia merayakan gol (Foto: Antara/Hadifz Mubarak)

Pantau.com - Timnas Indonesia harus menanggung malu usai dikalahkan Malaysia 2-3, pada pertandingan pertama babak kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis malam, 5 September 2019.

Kekalahan itu sungguh ironis, mengingat tim besutan Simon McMenemy dua kali unggul, namun justru kecolongan di menit akhir laga. Mohamadou Sumareh berhasil menceploskan bola ke gawang dan membuat seisi stadion terdiam, kecuali pendukung Malaysia tentunya.

Tampil impresif pada babak pertama, namun nyatanya Evan Dimas dan kolega melempem di paruh kedua. Apa yang menyebabkan memblenya anak-anak Garuda?

Baca juga: 'Lebih Sakit Hati Lihat Kericuhan Suporter daripada Kekalahan'

1. Blunder pergantian pemain

Mohamadou Sumareh dibayangi Ricky Fajrin (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Mengganti Zulfiandi di awal paruh kedua tampaknya jadi salah satu blunder Simon di pertandingan ini. Tak ada lagi yang memotong alur serangan Malaysia seperti di babak pertama. Ketika Zulfiandi diganti, Evan Dimas kewalahan dan tidak fokus menyerang.

Rizky Pellu yang masuk menggantikan Zulfiandi pun tak bisa berbuat banyak menahan gempuran Harimau Malaya.

Ditarik keluarnya Saddil Ramdani pada menit ke-51 juga berpengaruh pada penyerangan Timnas Garuda. Irfan Jaya yang kerap tampil moncer bersama Persebaya, kurang terlihat perannya pada laga malam tadi, atau bisa dibilang tanpa kontribusi.


2. Buruknya koordinasi lini belakang

Pemain Malaysia merayakan gol (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Lini belakang Indonesia tampil buruk pada laga kontra Malaysia, terutama di babak kedua. Bukan hanya akibat dua gol yang bersarang, tapi juga terlihat kurang padunya sektor pertahanan yang digalang Hansamu Yama dan Manahati Lestusen di bek tengah. Penampilan Yustinus Pae yang didaulat jadi bek sayap juga mengecewakan. Dia kerap kalah berduel dengan pemain Malaysia. 

Sementara di bawah mistar, entah apa yang terjadi dengan Andritany Ardhiyasa. Menjadi kapten di laga penting seperti ini tampaknya jadi beban tersendiri baginya. Kiper Persija ini seperti kurang fokus dan tampil gugup. Tengoklah gol kedua dan ketiga Malaysia. Seharusnya itu bisa dicegah jika Andritany lebih siga menghalau bola. 


3. Kurangnya suplai bola ke depan

Andik Vermansyah dibayangi pemain Malaysia Matthew Davies (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Penampilan Stefano Lilipaly dan Andik Vermansyah pada laga ini juga jadi kartu mati timnas. Keduanya kerap salah passing dan kebingungan saat mendapat bola. Lilipaly yang sejatinya jadi harapan pendukung karena kerap menampilkan aksi memukau dan mencetak gol penentun, malam tadi tampil di bawah level terbaiknya. Setali tiga uang dengan penampilan Andik Vermansyah, yang selalu kalah berduel dengan pemain lawan. 

Baca juga: PSSI Siap Terima Sanksi FIFA

Penampilan buruk keduanya sedikit tertutupi dengan dua gol cantik dari ujung tombak Beto Goncalves. Tapi perlu diingat, gol pertama Beto datang dari kejeniusan umpan Saddil Ramdani, yang tampil baik pada laga ini, tapi justru ditarik keluar pada awal babak kedua oleh Simon.


4. Suporter Indonesia rusuh, Malaysia dapat berkah

Seorang suporter Indonesia memprovokasi pendukung Malaysia (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Sebenarnya, Indonesia hampir membawa satu poin dari laga sarat gengsi ini, jika saja Mohamadou Sumareh tak mencetak gol di menit ke-97. 

Waktu tambahan pada laga ini begitu lama, yakni 8 menit. Penyebabnya adalah, adanya ulah suporter tuan rumah yang menyerang pendukung tim tamu. Laga pun sempat terhenti beberapa saat. Hal ini pun yang membuat perangkat pertandingan memberi waktu yang cukup lama.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: