Pantau Flash
ICW: Pernyataan Jokowi Jadi Teguran Keras Buat Yasonna
Keluyuran saat Pandemi Korona, 20 Orang Diamankan Polisi di Jakarta Utara
Surat Edaran Kemenag: Salat Tarawih di Rumah dan Salat Id Ditiadakan
639 Jenazah Dimakamkan di DKI Jakarta Sesuai Protap COVID-19
Update COVID-19 Indonesia 6 April: 2.491 Positif, 192 Sembuh, 209 Meninggal

5 Atlet Indonesia Ini Putuskan Pensiun saat Berada di Puncak Kejayaan

5 Atlet Indonesia Ini Putuskan Pensiun saat Berada di Puncak Kejayaan Lindswell Kwok raih medali emas di Asian Games 2018. (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadilah)

Pantau.com - Tak sedikit atlet Indoneisa yang memutuskan pensiun di masa kejayannya. Tentunya banyak hal yang menjadi alasan atlet mengambil keputusan itu.

Terbukti, perhatian pemerintah dalam pelaksanaan Asian Games 2018 lalu. Bahkan Indonesia sukses menempati posisi keempat dalam perolehan medali dengan 31 medali emas, 24 perak dan 43 perunggu. Namun, jauh ke belakang, ada juga atlet yang memutuskan pensiun.

Berikut deretan 5 atlet yang putuskan pensiun di masa kejayaannya:

1. Susy Susanti


Susy Susanti (Foto: Istimewa)

Bagi para pecinta bulutangkis pasti sudah tidak asing lagi dengan nama legendari satu ini. Ia sukses membawa pulang medali emas Olimpiade Barcelona 1992.

Namun siapa yang menyangka, perempuan satu ini memutuskan pensiun pada masak kejayaannya menjadi atlet. Pada usia 26 tahun, yang bisa dibilang periode emas untuk atlet bulutangkis, Susy memutuskan gantung raket setelah menikah dengan Alan Budikusuma.

Baca juga: 5 Pesepakbola Asing Ini Jadi Mualaf Setelah Merumput di Indonesia

2. Lindswell Kwok


Penampian Lindswell Kwok dan Achmad Hulaefi (Foto: Instagram/lindswell)

Atlet Wushu, Lindswell Kwok tentu bukan nama asing bagi penikmat olahraga wushu. Pada tahun 2018 lalu, ia sukses meraih medali emas di Asia Games.

Namun, ia lalu memutuskan pensiun. Ternyata, hasrat untuk pensiun itu sudah disimpan Lindswell sejak tahun 2015 lalu.

Lindswell kini adalah istri dari atlet wushu Indonesia Achmad Hulaefi. Ia juga mantap menjadi mualaf. 

3. Lis Andriani


Lis Andriani sebelah kiri bersama dengan Ike Ayu dan Rika Wijayanti (Foto: Istimewa)

Lis Andriana adalah atlet paralayang yang juga memutuskan untuk pensiun setelah mengikuti ajang Asian Games 2018 lalu. Kesuksesan itu pun menjadikan cerita manis untuknya, karena ia bisa mengakhiri kariernya dengan cukup membanggakan.

Lis pernah menjadi juara dunia dan menyabet medali perak di nomor ketepatan mendarat beregu putri. Selain itu, dari team yang sama, atlet berusia 35 tahun itu juga berhasil mendapat medali perunggu di nomor cross country beregu putri. 

Bahkan sampai saat ini, Lis sendiri dikenal sebagai atlet paralayang terbaik di Indonesia yang pernah menjadi juara dunia berturut-turut selama tahun 2012, 2013 dan 2014. Dan diharapkan dengan pensiunnya atlet ini Indonesia akan menemukan talenta yang luar biasa lainnya.

Baca Juga: 5 Pesepakbola Asing Ini Jadi Mualaf Setelah Merumput di Indonesia

4. Muhammad Nasuha


Muhammad Nasuha (Foto: Istimewa)

Cedera lutut adalah yang sangat ditakuti para pemain sepakbola. Muhammad Nasuha adalah salah satu pemain yang kurang beruntung karena cedera lutut yang memaksanya untuk pensiun dini dari si kulit bundar. M. Nasuha mendapatkan cedera itu saat membela Persib Bandung di ajang Indonesia Super League 2010-2011. \

Selama aktif bermain, ia tampil apik kala membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2010.Ia mengantarkan Timnas Indonesia hingga partai puncak sebelum dikalahkan Malaysia.

Nasuha mulai menunjukkan tajinya ketika direkrut Rahmad Darmawan untuk bergabung dengan Sriwijaya FC. Ia pun berhasil memenangkan Piala Indonesia muism 2008-2009 dan 2009-2010. 

5. Syamsir Alam 


Syamsir Alam (Foto: Instagram/syamsiralam)

Nama pemain muda Syamsir Alam sempat digadang-gadang sebagai suksesor Bambang Pamungkas. Namun, karier sang pemain gagal tota saat memasuki level senior.

Syamsir Alam merupakan salah satu pemain yang dimasukan ke dalam proyek jangka panjang PSSI di Uruguay berlabel Sociedad Anonima Deportiva (SAD). Di Uruguay, ia bersama pemain timnas junior lainnya mampu tampil menjanjikan. Bahkan, ia bersama dengan Reffa Arvindo sampai dipinjam oleh raksasa Uruguay, Penarol.  

Setelah malang melintang di sejumlah klub luar negeri seperti Penarol, CS Vise, dan DC United, ia memutuskan bermain di Indonesia bersama klub Sriwijaya FC. Namun, ia kesulitan beradaptasi, bahkan ia sering dicadangkan seperti ketika juga bermain di luar negeri. 

Belakangan, ia menyebut bahwa masalah kesalahpahaman perihal tawaran kontrak dengan DC United menjadi penyebab menurunnya karier sepakbola pemain bertato ini.  Meski begitu publik terlanjur mencap dirinya sebagai pemain yang terlalu banyak gaya di luar lapangan. Kariernya yang meredup juga disangkutpautkan dengan hobinya yang berganti-ganti pacar. Syamsir Alam pun saat ini tidak lagi bermain sepakbola di level profesional. 

Tim Pantau
Sumber Berita
Dari berbagai sumber
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL