Pantau Flash
MAKI Titipkan iPhone 11 ke KPK, Hadiah Sayembara Cari Nurhadi-Harun Masiku
WNI di Kapal Diamond Princess 'Kecewa' Jika Evakuasi Lewat Jalur Laut
Pesan BOPI untuk LIB: Jangan Ada Kericuhan di Liga 1 2020
Jelang Akhir Pekan Rupiah Melemah Rp13.760 per Dolar
Sebastian Vettel: SF1000 Jelas Lebih Meningkat Dibanding Tahun Lalu

5 Klub Indonesia yang Alami Masalah Keuangan, Ada yang Tunggak Gaji Lho!

Headline
5 Klub Indonesia yang Alami Masalah Keuangan, Ada yang Tunggak Gaji Lho! Pemain Perseru Serui. (Foto: Liga Indonesia)

Pantau.com - Sebuah klub sepakbola profesional pada umumnya harus memiliki finansial yang mumpuni untuk menunjang setiap prestasi demi prestasi. Jangan sampai sudah mengarungi sebuah kompetisi liga mendadak keuangan klub tiba-tiba cekak, tentu hal tersebut akan berimbas pada semua hal.

Para pemain dan ofisial klub jika ditunjang dengan gaji yang lancar tentu akan bersemangat dalam berlatih dan bertanding. Di Indonesia misalnya, tercatat ada saja klub-klub yang alami kesulitan keuangan. Bahkan, jual beli lisensi klub jadi hal yang biasa, alih-alih menyatakan diri bangkrut.

Ini dia 5 klub Indonesia yang alami kesulitan keuangan, hingga ada yang harus menjual lisensinya: 

1. Persijatim (Jakarta Timur)


Persijatim (Foto: Twitter)

Mungkin untuk kamu pencinta sepakbola era Liga 1 nama Persijatim terdengar asing buat kamu. Namun tahukah kamu jika klub Persijatim ini merupakan klub sepakbola asal Jakarta Timur yang berdiri pada tahun 1976. 

Sempat tampil perkasa periode 90-an, namun masalah krisis finansial membuat mereka berpindah ke Solo pada tahun 2000 lalu. Sampai akhirnnya berpindah markas ke Solo dan berubah nama menjadi Persijatim Solo FC. Nama tenar pesepakbola Indonesia pernah bermain di klub ini semisal Ismed Sofyan, Maman Abdurahman hingga Ferry Rotinsulu.

Namun klub ini hanya berjalan 4 tahun saja. Lagi-lagi masalah finansial menjadi faktornya. Pada akhirnya klub tersebut diambil alih dan menjadi klub sepakbola baru bernama Sriwijaya FC.

2. Putra Samarinda


Persisam Putra Samarinda (Foto: Logo)

Putra Samarinda FC terbentuk pada tahun 1989 silam, dan sempat tampil di era Liga Galatama. Namun pada tahun 2003, Putra Samarinda mengalami permasalahan finasial yang sangat krusial. Sehingga akhirnya memutuskan untuk melakukan merger dengan Persisam dan berganti nama menjadi Persisam Putra Samarinda.

Akan tetapi Persisam Putra Samarinda pada 2015 lalu memutuskan mengubah nama dan markasnya menjadi Bali United FC. Alasannya sih untuk meningkatkan daya jual klub. Kini Bali United jadi salah satu klub raksasa di Indonesia.

3. Persegres Gresik United


Pemain Persegres Gresik United (Foto: Bukalapak)

Klub asal Jawa Timur ini sempat mencicipi ketatnya Liga 1 Indonesia sebelum akhirnya terdegradasi pada musim 2017-2018. Faktor utama jatuhnya Persegres Gresik United lantaran klub mengalami permasalahan finansial.

Bahkan yang lebih parahnya lagi, klub tersebut menunggak gaji pemainya hingga berbulan-bulan. Para pemain tersebut pun berbondong-bondong kemudian menggugat klub ke pengadilan menuntut gaji yang belum dibayar. Ironisnya para pemain asing pun turut menjadi korbannya.

4. Persiram Raja Ampat


Persiram Raja Ampat (Foto: Kisspng)

Klub sepakbola asal Papua Barat ini menjadi klub yang juga mengalami masalah finansial. Klub yang sempat tampil impresif pada Indonesia Super League (ISL) musim 2010-2011 ini bahkan sempat tak sanggup mengikuti kompetisi pra musim bertajuk Papua Island Cup lantaran permasalahan dana.

Para pendukung klub ini pun sempat berinsiatif mengumpulkan koin untuk membantu permasalahan finansial klub. Namun hal tersebut dirasa tak cukup hingga pada akhirnya manajemen menjual klub kepada PT. Arka Gega Magna dan mengganti nama klub menjadi PS TNI.

5. Perseru Serui


Pemain Perseru Serui. (Foto: Liga Indonesia)

Klub asal Papua lainnya mengalami masalah finansial alias kolaps adalah Perseru Serui. Perseru bahkan sampai menyatakan tak sanggup mengikuti kompetisi Liga 1 musim 2019. Penyebabnya lantaran tidak adanya sponsor yang kunjung datang bekerja sama dengan klub. Padahal di musim sebelumnya para pemain telah berjuang mempertahankan klub agar tak terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Indonesia. Kini lisensi Perser dibeli dan markasnya pindah ke Lampung, serta berganti nama jadi Badak Lampung FC.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Category
Olahraga