Pantau Flash
Kerusuhan Agama di India: 20 Orang Tewas hingga Masjid Dibakar Massa
Polisi Nyatakan Sertifikat Deposito Sunda Empire di Bank Swiss Palsu
OJK Kaji Ulang Produk Investasi di Bank Antisipasi Kasus Semacam Jiwasraya
Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa Magnitudo 6,7
Presiden Jokowi: Draf RUU Ibu Kota Baru Disampaikan ke DPR Setelah Reses

5 Momen Memalukan dalam Sepakbola Profesional, Ada Bek Terbaik Serie A

5 Momen Memalukan dalam Sepakbola Profesional, Ada Bek Terbaik Serie A Gol bunuh diri Koulibaly ke gawang sendiri saat melawan Juventus. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Ketika momen memalukan terjadi di sepakbola, biasanya melibatkan nama-nama besar dunia. Semakin terkenal, maka banyak orang yang akan tak percaya seorang pemain bola melakukan kesalahan paling dasar.

Well, momen memalukan bisa muncul dari berbagai bentuk. Dari kesalahan memalukan individu di lapangan hijau secara kolektif, tim besar yang gagal dalam laga melawan tim kecil.

Di sisi lain, aksi itu mencuri perhatian beberapa khalayak ramai. Tak sedikit pula ada yang mengolok-olok dan menyindir kemampuan seorang pesepakbola profesional. Berikut ini adalah 5 momen paling memalukan dalam sepakbola seperti dirangkum dari Bleacherreport.

1. Shay Given, Lihat Belakangmu!

Shay Given belajar dari blunder. (Foto: Pog mo Goal)

Salah satu penjaga terbaik dalam sejarah Premier League akan merasa 'ngeri' selama berbulan-bulan usai membuat kesalahan elementer di laga Newcastle versus Coventry.

Given mampu menangkap bola hasil umpan silang. Namun beberapa saat kemudian, ia melepaskan bola dari tangannya dengan maksud melakukan crossing,  Dion Dublin memanfaatkan keteledoran sang kiper yang tak melihat sekitarnya. Dublin menyontek si kulit bundar ke arah gawang Given.

Syukurlah, usai laga itu, Given membayar kesalahannya dengan tampil luar biasa di bawah gawang untuk menutupi insiden memalukan. Setidaknya pemain internasional Irlandia itu belajar untuk tidak pernah gagal melihat pemain lawan di belakangnya.

2. Rene Higuita Bukan Seorang Bek

Aksi Rene Higuita. (Foto: CBS Sport)

Salah satu karakter paling eksentrik dalam sejarah sepakbola, Rene Higuita membuat kisah menarik di Piala Dunia 1990. Kiper asal Kolombia itu selalu memperlihatkan aksi sebagai penyapu bola layaknya seorang bek.

Namun, dari aksinya itu menjadi bumerang. Ia membuat kesalahan fatal hingga menyebabkan Kolombia kalah dari Kamerun di turnamen akbar tersebut.

Bermain untuk sebuah negara dan didorong oleh beberapa pendukung fanatik sepakbola, jelas langkah yang dilakukan Higuita tak bijak. Empat tahun kemudian, seorang penggemar Kolombia menembak mati pemain berposisi bek, Andres Escobar karena mencetak gol bunuh diri di Piala Dunia 1994.

Namun, kejadian itu tidak terpengaruh, Higuita selalu melanjutkan kejenakaannya dengan melakukan tendangan kalajengking. Setahun setelah kematian rekan satu timnya pada tahun 1995. Mungkin ini adalah langkah yang disengaja untuk menghapus kenangan menyakitkan dari tahun 1990.

Baca juga: 5 Pesepakbola Termahal di Dunia, Ada yang Mencapai Rp3,5 Triliun

3. Laga Italia Lawan Korea Utara, David vs Goliath


Korea Utara kalahkan Italia di Piala Dunia 1966. (Foto: the gantleman ultra)

Pada tahun 1966, Italia menderita kekalahan memalukan yang pernah dialami dalam skenario Piala Dunia. Saat turnamen, Italia berpredikat dua kali meraih trofi juara. Mereka pun dianggap sebagai salah satu favorit, mereka diadu melawan negara kecil, Korea Utara.

Namun, dalam tekanan besar, Italia kalah dan tersingkir. Itu adalah satu-satunya pertandingan yang dimenangkan Korea Utara di Piala Dunia 1966.

Ketika kembali ke Italia, tim Azzurri tak disambut bahagia oleh fans. Para pendukung melampiaskan kemarahan dengan melemparkan tomat dan telur ke para pemain.

4. Blunder Loris Karius di Final Liga Champions

Loris Karius. (Foto: Reuters)

Jika bicara soal blunder kiper,  kita akan langsung teringat sosok Loris Karius. Penjaga gawang asal Jerman itu membuat kesalahan fatal ketika The Reds -julukan Liverpool- menghadapi Real Madrid di final Liga Champions 2017/2018. 

Di laga itu, Karius membuat dua kesalahan yang dimaksimalkan menjadi gol oleh Benzema dan Gareth Bale. Liverpool akhirnya kalah 1-3. Karius akhirnya 'dibuang' ke Besiktas. 

5. Koulibaly Berikan Juventus Kemenangan

Gol bunuh diri Koulibaly di gawang sendiri. (Foto: Reuters)

Drama terjadi saat Juventus menjamu Napoli di Stadion Allianz Turin, Minggu 1 September 2019. Laga pekan kedua Liga Italia tersebut, Juventus mampu unggul tiga gol lebih dulu lewat debutan Danilo, Higuain, dan Ronaldo.

Namun, Napoli mampu menyamakan kedudukan lewat aksi Kostas Manolas (66'), debutan Hirving Lozano (68'), dan Giovani di Lorenzo. Hasil imbang di depan mata sirna lantaran Kalidou Koulibaly melakukan blunder dengan melesakkan bola ke gawang sendiri.

Uniknya, laga melawan Juventus menjadi kali kedua bagi Koulibaly mencetak gol di masa injury time. Sayang, gol telatnya pada laga kali ini jadi mimpi buruk. Sebelumnya, Koulibaly mampu mempersembahkan satu gol pada menit ke-90 untuk kemenangan 1-0 Napoli atas Juventus di Allianz Stadium Turin, 22 April 2018.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - TAG
Penulis
Kontributor - RZS
Category
Olahraga

Berita Terkait: