Pantau Flash
Disiplin Terapkan Prokes, Ketua Satgas COVID-19 Positif Korona
Total Positif COVID-19 di Indonesia Capai 965.283 dengan 13.632 Kasus Baru
BMKG Prediksi Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Diguyur Hujan Disertai Petir
BPJS Kesehatan Pantau Pemanfaatan Aplikasi P-Care Vaksinasi COVID-19
Gempa Besar Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara

5 Pemain Naturalisasi yang Dicap Gagal, Ada yang Beratnya Mencapai 95 Kg

Headline
5 Pemain Naturalisasi yang Dicap Gagal, Ada yang Beratnya Mencapai 95 Kg Diego Michiels. (Foto: Situs resmi Borneo FC)

Pantau.com - Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) memutuskan untuk memberlakukan program naturalisasi pemain untuk membela tim nasional pada medio 2010. Saat itu PSSI memutuskan untuk menaturalisasi mantan striker Persib Bandung, Cristian Gonzales.

Sejak saat itu, Indonesia seolah makin gemar dalam melakukan naturalisasi demi kemajuan sepak bola Tanah Air. Namun dari semua nama pemain asing yang kini memiliki paspor Indonesia, tidak semuanya berhasil meraih kesuksesan.

Baca Juga: 5 Daftar Transaksi Top Klub Liga Inggris di Bursa Transfer Musim 2019

Berikut Pantau.com merangkum lima pemain naturalisasi yang dicap gagal:

1.   Jhonny van Beukering


Van Beukering. (Foto: Detik)

Memiliki postur besar, Van Beukering akhirnya dinaturalisasi untuk persiapan Timnas Indonesia menghadap Piala AFF 2012 silam. Ia pun langsung dibawa ke Malaysia oleh pelatih Nil Maizar saat itu bersama dua pemain naturalisasi lainnya, Raphael Maitimo dan Tonnie Cussel.

Baca juga: 5 Klub Eropa dengan Sponsor Termahal, Barcelona Posisi Akhir

Namun Van Beukering justru hanya dimainkan pada pertandingan terakhir menghadapi Malaysia. Mantan pemain Feyenoord ini pun hanya tampil beberapa menit pada laga tersebut. Faktor berat badan jadi sa;ah satu pemicu performanya anjlok. Ia saat itu memiliki bobot 95 kilogram. Meski sempat turun menjadi 90 kg, namun tetap saja performanya jauh dari kata memuaskan.

2.   Tonnie Cussel


Tonnie Cussel. (Viva.com)

Sejatinya banyak pihak yang tidak setuju saat PSSI memutuskan melakukan naturalisasi Cussel. Pasalnya kemampuan pemain kelahiran Belanda ini dinilai biasa-biasa saja. Ia pun langsung memperkuat Timnas Garuda di ajang Piala AFF 2012.

Namun kariernya justru tidak terdengar sama sekali meski Cussel sempat bergabung dengan Barito Putera beberapa waktu lalu.

3.   Diego Michiels


Diego Michiels. (Foto: Situs resmi Borneo)

PSSI memutuskan untuk menaturalisasi Diego Michiels jelang bergulirnya SEA Games 2011 di Tanah Air. Bisa beroperasi sebagai bek sayap maupun winger membuat pemain kelahiran Belanda ini sempat menjadi pilihan utama.

Karier Diego bersama Timnas pun bisa dibilang tidak terlalu buruk. Namun kelakuan buruk di luar lapangan membuat pemain yang baru saja memutuskan untuk menjadi mualaf ini tersingkir dari skuat Timnas Indonesia.

Hingga saat ini, Diego belum kembali mengenakan jersey Merah Putih. Meski ia kini menyandang ban kapten Borneo FC.

4.   Victor Igbonefo


Victor Igbonefo. (Foto: Indosport)

Datang ke Indonesia pada 2004, Igbonefo mampu menunjukkan performa luar biasa dalam mengawal barisan bertahan Persipura Jayapura. Ia sukses mempersembahkan tiga gelar bagi Mutiara Hitam pada 2005, 200-2009, serta 2010-2011.

Keberhasilan ini membuat PSSI kepincut untuk menaturalisasi Igbonefo pada 2011 silam. Ia pun sempat dipanggil oleh pelatih Timnas, Jacksen F Tiago untuk mengikuti seleksi Piala Asia 2015.

Igbonefo juga kembali dipanggil oleh pelatih Luis Milla untuk membela Timnas U-23 di ajang Asian Games 2018. Namun ia dinilai kurang layak hingga akhirnya dicoret oleh pelatih asal Spanyol tersebut.

5.   Ruben Wuarbanaran


Ruben Wuarbanaran. (Foto: Suka Bola)

Sebelumnya banyak pihak yang menilai Ruben akan memiliki karier cemerlang bersama Timnas Indonesia. Pasalnya ia memiliki kemampuan untuk bermain di beberapa posisi.

Namun nyatanya Ruben justru lebih banyak menjadi pemain yang menghangatkan bangku cadangan bersama Pelita Jaya pada 2011. Sempat mengikuti seleksi Timnas U-23 untuk SEA Games 2011, ia justru dicoret lantaran tidak sesuai dengan keinginan pelatih. 

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: