Pantau Flash
Harga Minyak Goreng Rp14.000 per Liter Mulai Berlaku Besok
Vonis 4 Tahun Kiagus Diwarnai Isak Tangis Sang Istri
Sah, RUU Ibu Kota Negara Jadi Undang-Undang
Lexus Boyong LX600 Off Road ke Tokyo Auto Salon 2022
Corona Belum Selesai, Muncul Lagi Virus Baru Bernama Flurona

5 Pemain yang Membenci Kekalahan, Ada yang Gigit Pemain Lawan

5 Pemain yang Membenci Kekalahan, Ada yang Gigit Pemain Lawan Zlatan Ibrahimovic. (Foto: AS)

Pantau.com - Sepakbola merupakan permainan yang indah dengan menghasilkan kalah atau menang. Kemenangan membuat tim senang dengan apa yang diraih, sedangkan kekalahan dianggap sebagai pecundang.

Sebagai pemain profesional, sudah barang tentu mereka benci dengan yang namanya kekalahan. Lantas, hal ini tak bisa dipisahkan dari sebuah permainan sepakbola.

Pantau.com merangkum ada pemain yang begitu benci dengan kekalahan. Bahkan, mereka mencoba mengangkat kepala tinggi-tinggi agar merasa lebih baik ketika timnya kalah atau gagal menang.

Berikut 5 Pesepakbola yang Membenci Kekalahan;

1. Luis Suarez

Luis Suarez merupakan pemain yang benci kekalahan dan sering membuat tingkah aneh. (Foto: Irish Times)

Pemain asal Uruguay ini merupakan sosok yang begitu beringas di lapangan hijau. Tercatat ada beberapa kontroversi yang dirinya ciptakan, dari menggigit pemain lawan, hingga skandal rasis.

Luis Suarez merupakan salah satu pemain yang melepaskan rasa frustrasinya dalam beberapa cara yang cukup aneh.Suarez tidak pernah malu untuk menyembunyikan kegembiraannya atau ketidakbahagiaannya.

Masih kita ingat, reaksi mantan bintang Liverpool di masa terakhirnya di Premier League. Kapten The Reds saat itu, Steven Gerrard harus memegangnya dan mendorong kamera menjauh dari wajahnya karena dia tidak bisa berhenti menangis usai laga penting melawan Crystal Palace, di mana Liverpool menyia-nyiakan keunggulan hingga akhirnya bermain seri 3-3.

Suarez terlihat memasang muka masam melihat timnya tak bermain baik. Rasa cintanya untuk menang begitu besar, hingga kebenciannya akan kekalahan tak usah dipertanyakan lagi.

2. Zlatan Ibrahimovic

Ekspresi Zlatan ketika merah ke pemain lawan. (Foto: AS)

Zlatan Ibrahimovic memiliki karir yang mengesankan, dan sikap serta kepribadian yang kuat. Itu terlihat dalam dirinya yang tidak pernah menyerah.

Sepanjang karirnya Zlatan telah bermain untuk beberapa klub paling terkenal di dunia. Sebut saja, Juventus, Inter Milan, Barcelona, PSG hingga Manchester United. Bisa ditarik kesimpulan, pemain yang membela LA Galaxy ini tak ingin sekadar bergabung dengan tim antah berantah.

Yap, Zlatan suka dengan kemenangan dan itu penting baginya. Dia melakukan segala daya untuk mendorong timnya ke jalur kemenangan. Selain itu, dengan sikapnya yang sedikit angkuh juga memberikan bukti kalau ia seorang juara.

Baca juga: 5 Pesepakbola yang Tak Memiliki Haters, Meski Nyebrang ke Sang Rival

3. Gerard Pique


Pique begitu membenci kekalahan. (Foto:AS)

Kita tidak bisa menyangkal gairah dan cinta untuk sebuah permainan terlihat di wajah Pique ketika mengenakan jersey Barcelona. Dari perayaan gol yang penuh semangat dan juga kemenangan tim.

Pique tidak bisa menahan apa pun dalam konferensi pers, baik itu dalam suasana hati yang buruk. Mantan pemain Timnas Spanyol itu sering menyalahkan orang di sekitarnya jika tak bermain bagus. Namun, rasa haus akan kemenangan adalah sesuatu yang harus dicita-citakan setiap pemain.

Pique juga pernah terlibat dalam kontroversi dengan Presiden La Liga, Javier Tebas. Ketika Barcelona bermain imbang 1-1 melawan Villarreal, ia berjalan menuju terowongan, dan berteriak ke arah Tebas, "Apakah kamu melihat itu?" ujarnya ke arah Tebas.

Pique kemungkinan besar memprotes karena timnya tak diberikan penalti dalam laga itu. Nah, kebencian akan kekalahan dalam diri mantan pemain Manchester United ini tak bisa diragukan lagi kan?

Baca juga: 6 Pemain Bola Dunia Tajir, tapi Bernasib Nahas! Ada yang Main di Indonesia
4. Alexis Sanchez

Sanchez kecewa Arsenal imbang melawan Bournemouth, hingga dirinya memaki Ramsey. (Foto: Goal)

Alexis Sanchez pernah menjadi pemain andalan Arsenal pada 2014-2018. Bersama tim London Utara itu, Sanchez kerap memperlihatkan rasa kekecewaan, betapa tidak timnya kerap gagal bersaing dengan tim Premier League lainnya.

Sanchez merupakan pekerja keras dengan serangkaian keterampilan dan mentalitas. Ini lah yang harus dimiliki seorang pemain level dunia, dan kita bisa lihat pemain asal Chile ini memperkuat tim mana saja, Udinese, Barcelona, Arsenal, Manchester United dan kini Inter Milan.

Pernah ketika laga Arsenal melawan Bournemouth yang berakhir dengan 3-3, secara mengejutkan The Gunners sempat tertinggal, dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Namun, di akhir laga, raut wajahnya menunjukkan kekecewaan.

Bahkan Sanchez sempat mengeluarkan kata makian ke arah Aaron Ramsey yang tak berlari ke area kotak penalti lawan. Ini menandakan kalau Sanchez begitu benci dengan kekalahan.

5. Cristiano Ronaldo


Ekspresi Ronaldo ketika menyamakan kedudukan melawan Atletico Madrid musim lalu di Liga Champions. (Foto: Reuters)

Nah, sosok kali ini merupakan salah satu pemain terbaik di dunia. Tak bisa diragukan lagi, titel lima kali meraih Ballon d'Or merupakan usaha Ronaldo untuk menjadi yang terbaik.

Mentalitas dan tekad Ronaldo mungkin tidak ada duanya di seluruh dunia dan penghargaan baik individu atau tim adalah bukti. Pemain Juventus ini tidak pernah berada di tim yang kalah untuk waktu yang lama.

Bersama Real Madrid ia pernah mencatatkan 39 pertandingan tak terkalahkan yang luar biasa, Ronaldo tidak pernah mengeritkan wajahnya. Apalagi kebahagiaan nampak ketika membawa Los Blancos juara Liga Champions tiga kali berturut-turut.

Kerutan di wajah Ronaldo nampak ketika timnya kehilangan poin, ia adalah sesuatu yang akan membuatnya menangis seperti bayi. Tidak ada pemain dalam dekade terakhir yang pemikirannya begitu vokal seperti Ronaldo.

Tim Pantau
Sumber Berita
Dari berbagai sumber
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZS

Berita Terkait: