Pantau Flash
Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon
Pasien Sembuh COVID-19 Kembali Bertambah, Kini Total 6.240
MUI: Jika Mal Sudah Direlaksasi, Masjid Tentu Juga Sudah Bisa!
1,8 Juta Orang Tinggalkan Jabodetabek di Tengah Larangan Mudik COVID-19
Nikita Mirzani Diperiksa sebagai Saksi di Pengadilan Negeri Jaksel

5 Pesepakbola yang Memutuskan Pensiun Dini, Ada yang Stres Akibat Cedera

5 Pesepakbola yang Memutuskan Pensiun Dini, Ada yang Stres Akibat Cedera Ilustrasi gantung sepatu. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Usai mencatatkan karir yang luar biasa sebagai pesepakbola profesional, tidak sedikit para pemain memutuskan untuk mengakhiri perjalanan mereka di usia muda alias pensiun dini.

Alasan memutuskan pensiun dini, tentu dengan berbagai macam alasan yang masuk akal ataupun karena sesuatu yang sebenarnya tidak diharapkan terjadi. Permainan bagus memang akan terus berkembang setiap saat, tapi kita juga tidak bisa berbohong kalau masalah usia tak bisa diabaikan juga.

Bukan hanya masalah usia yang tidak bisa dihentikan, karena hal itu akan terus bertambah dan raga mereka juga akan semakin menurun. Tapi kita tidak bisa melupakan faktor utama dari olahraga paling populer dii dunia ini, sebab cedera bisa menyerang siapa saja, apa lagi pemain profesional.

Pantau.com menjabarkan lima pemain yang memilih untuk pensiun dini. Siapa saja mereka dan apa alasannya untuk gantung sepatu?

Sebastian Deisler ketika membela raksasa Jerman. (Foto: AP)

1.Sebastian Deisler (27 Tahun)


Mantan pesepakbola asal Jerman, Sebastian Deisler mungkin memiliki cerita paling tragis mengapa dirinya memutuskan pensiun di usia yang cukup muda. Gelandang serang Bayern Munchen itu harus menghancurkan mimpinya setelah cedera menyerangnya.

Bagaimana tidak, karir yang dia bangun berasal dari akademi Borussia Monchengladbach hingga akhirnya dirinya mendapatkan promosi menjadi tim utama pada tahun 1995. Dengan bergabungnya di tim utama, Deisler berhasil menunjukkan perkembangan luar biasa sehingga ia cukup cemerlang dan masyarkat Jerman menyebut kalau ia akan menjadi bintang masa depan timnas Jerman

Dengan penampilan apik dan konsistennya ia pun akhirnya dilirik oleh Bayern Munchen, dan tepat pada akhir musim 2001/2002, Die Roten resmi membelinya. Namun sayang hal itu tak bertahan lama saat dirinya harus segera melakukan operasi akibat cedera.

Meski usai operasi, cedera tak kunjung sembuh sehingga ia tak pernah masuk jadi tim inti selama karirnya dan ia kesulitan untuk bangkit karena cedera membran synovial yang terus menghantuinya.

Tepat pada tahun 2007 Deisler mengalami depresi karena cedera yang berkelanjutan sehingga ia memutuskan untuk berhenti dari dunia sepakbola dan tak bermain lagi. Saat dirinya memutuskan pensiun itu tepat bedada di usia 27 tahun.



2.Marcell Jansen (29 Tahun)


Pemain asal Jerman lainnya, Marcell Jansen sebelumnya memperkuat Hamberger SV, ia menjadi skuad Piala Dunia 2006 dan 2010 untuk Der Panzer.

Memang pemain yang saat ini berusia 33 tahun itu memulai karir dengan cukup bagus, ia memulainya dari akademi klub papan atas Bundesliga, Borussia Monchengadbach dan ia berhasil masuk ke dalam tim senior pada tahun 2004, dan Jansen pun menunjukkan permainan epiknya pada tahun 2007. Bayern Munchen pun akhirnya secara resmi merekrutnya.

Berposisi sebagai bek, Jansen diharapkan mampu memback-up Philip Lahm di lini belakang Bayern Muenchen. Namun, itu tak berjalan dengan manis karena ia justru mengalami cedera engkel yang terus menggerusnya.

Bukan hanya itu, Jansen banyak duduk di bangku cadangan karena cedera yang di deritanya. Tak menunggu lama pada 2007/2008 akhirnya ia pindah membela Hamburg SV.

Di Hamburg memang ia bertahan sedikit lebih lama dengan tujuh musim, namun selama itu ia masih terus terserang oleh cedera sehingga kontraknya tidak diperpanjang lagi. Jansen pun akhirnya keluar dengan kabar cukup mengejutkan yakni, dirinya memutuskan pensiun dini tepat di usia 29.


Baca juga: 10 Pesepakbola Dicap Pengkhianat oleh Klubnya, Ada Dilempar Kepala Babi


Van Basten. (Foto: AP)

3.Marco Van Basten (31 Tahun)


Pemain sepakbola asal Belanda, Marco Van Basten ini bisa disebut sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Hal itu bisa kita ketahui ia sudah tiga kali memenangkan Balon d’Or.

Pemain berposisi sebagai penyerang itu terkenal dengan kemampuan taktisnya sertakeunggulannya dalam  mencetak gol-gol indah. Van Basten sendiri sudah berhasil mencetak 277 gol selama karirnya.

Ia mengawali karir seniornya bersama Ajax, dan mengalami lompatan karir ketika bergabung bersama AC Milan tahun 1987.

Bersama Milan, dirinya sukses merengkuh dua gelar Liga Champions dan dua gelar Piala Super Eropa. Penyerang Timnas Belanda ini juga menorehkan 90 gol dari 147 penampilan selama periode 1987-1995.

Namun cerita manis itu harus berakhir setelah ia harus absen selama satu musim penuh pada tahun 1994 akibat cedera yang dideritanya. Pada musim berikutnya, ia langsung memutuskan untuk gantung sepatu akibat cedera yang menghantuinya tak kunjung sembuh. Van Basten memutuskan pensiun tepat pada 17 Agustus 1995 di usia 31 tahun.


Agger ketika membela Timnas Denmark. (Foto: AP)

4.Daniel Agger (31 Tahun)


Pemain asal Denmark, Daniel Agger ini menjalani waktunya bersama dengan Liverpool FC selama delapan tahun. Ia memulai karirnya di Brondby pada tahun 2004.

Tanpa menunggu lama tepat pada bulan Januari 2006, Daniel Agger resmi pindah ke Liverpool dan dia dengan cepat menjadi tulang punggung pertahanan klubnya bersama Martin Skrtel.

Setelah sukses bersama Liverpool ia memutuskan kembali ke Brondby. Ia sempat menjabat sebagai kapten Denmark dan sempat ikut berlaga di Piala Dunia 2010 dan Euro 2012, dan satelah bergabung dengan Brondby tepat dua tahun setelah meninggalkan Liverpool memutuskan untuk pensiun tepat pada Juni 2016.

Platini ketika bersama Maradona. (Foto: Football History)

5.Michel Paltini (32 Tahun)


Pemain berkebangsaan Prancis, Michel Paltini menempati posisi ke 6 dalam daftar pemain terbaik abad ini versi FIFA tahun 2000. Platini merupakan legenda hidup dari Prancis.

Gelandang serang satu ini dikenal memiliki umpan akurat, tendangan bebas mematikan, tekel kuat, dan juga sangat cerdas dalam melihat peluang. Platini pun menjadi salah satu dari lima pemain dalam sejarah dunia yang mampu memenangkan Balon d'Or sebanyak tiga kali (selain Messi, Cristiano Ronaldo, Johan Cruyff, dan Marco van Basten).

Bersama Timnas Prancis, Platini berjaya memberikan gelar Euro 1984. Sedangkan di level klub dirinya menjadi figur sentral dalam keberhasilan Juventus meraih gelar Liga Champions 1984/1985 serta dua gelar Serie A (1983/94, 1985/86). Setelah itu pun Platini memutuskan untuk pensiun di usia 32 tahun pada akhir musim 1986/1987.

Diluar sepak bola, karir Platini cukup cemerlang sebagai Presiden UEFA selama delapan tahun sejak 2007. Namun kasus korupsi bulan September 2015 mengakhiri karirnya di dunia sepakbola Eropa.

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Willa Wildayanti

Berita Terkait: