Aremania Sejati Trauma Nonton Laga di Stadion Buntut Tragedi Kanjuruhan

Headline
Kepulan asap gas air mata di Kanjuruhan Malang, Jawa Timur (foto: Tangkapan layar)Kepulan asap gas air mata di Kanjuruhan Malang, Jawa Timur (foto: Tangkapan layar)

Pantau – Salah satu korban luka berat Tragedi Kanjuruhan, Muhammad Revo Septiyan mengaku trauma menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung di stadion.

Meski demikian, Revo tetap mencintai sepak bola namun hanya sebatas di layar kaca. Revo dinilai heroik lantaran menyelamatkan balita usia 4 tahun saat Tragedi Kanjuruhan. Revo turut menjadi korban dalam peristiwa itu, kaki kirinya patah.

“Kalau lihat bola tetap, tapi kalau ke stadion saya sudah trauma,” kata Revo, Selasa (4/10/2022).

Sebelumnya diberitakan, Aremania sejati ini rela patah tulang kaki demi menyelamatkan seorang balita usia sekitar 4-5 tahun dalam Tragedi Kanjuruhan, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (1/10/2022) malam menjelang Minggu (2/10/2022) dini hari WIB.

Faisal yang juga ayah Revo mengungkapkan, anaknya tersebut menderita patah tulang kaki kiri. Revo yang juga warga Desa Suci, Manyar, Gresik ini tengah dirawat di RS Unisma, Malang, Jatim.

Revo, kata Faisal, berupaya keras menyelamatkan balita itu ketika gas air mata ditembakkan dari arah lapangan hijau ke Tribun 12.

“Jadi pas polisi menembak gas air mata ke arah tribun, itu kan penonton panik ke arah pintu keluar. Pas saat itu anak saya melihat anak kecil berumur sekitar 4 atau 5 tahun itu kepisah dari orang tuanya, ia berusaha menyelamatkan dengan menggendong balita tersebut,” kata Faisal, Minggu (2/10/2022).

Faisal menambahkan, ketika menyelamatan balita tersebut, Revo sempat terjatuh lantaran jumlah suporter yang berlarian menuju pintu keluar Tribun 12. Balita itu pun juga ikut terjatuh, sementara Revo terinjak-injak sejumlah penonton lainnya.

“Saat terjatuh itu, balita itu lepas. Pas anak saya mau selamatkan balita itu, kakinya sudah nggak bisa bergerak karena keinjek banyak orang,” kata Faisal.

Faisal menyatakan, meski dalam kondisi patah tulang kaki kiri, Revo tetap berusaha menyelamatkan balita itu. Revo bersikeras menahan berat tumpukan orang yang menindihnya.

“Tak berselang lama, putra saya ditolong temennya rombongan Gresik yang mencari keberadaan anak saya. Dengan bantuan teman-temannya, anak saya dibantu naik pikap dan dikawal temannya ke rumah sakit,” tutur Faisal.

Faisal tak tahu nasib balita yang sempat diselamatkan oleh putranya. Dia berharap yang terbaik untuk keselamatan balita yang terlepas dari pengawasan Revo.

“Semoga balita itu juga selamat,” harapnya.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino
Penulis
Khalied Malvino