Pantau Flash
ICW: Pernyataan Jokowi Jadi Teguran Keras Buat Yasonna
Keluyuran saat Pandemi Korona, 20 Orang Diamankan Polisi di Jakarta Utara
Surat Edaran Kemenag: Salat Tarawih di Rumah dan Salat Id Ditiadakan
639 Jenazah Dimakamkan di DKI Jakarta Sesuai Protap COVID-19
Update COVID-19 Indonesia 6 April: 2.491 Positif, 192 Sembuh, 209 Meninggal

Audisi PB Djarum Dihentikan, Tradisi Emas Olimpiade Terancam

Audisi PB Djarum Dihentikan, Tradisi Emas Olimpiade Terancam Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat meraih emas Olimpiade 2016 Rio. (Foto: AFP)

Pantau.com - Keputusan PB Djarum menghentikan gelaran audisi umum pencarian bakat muda bulu tangkis Tanah Air disesalkan oleh berbagai pihak. Salah satunya bahkan datang dari Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Mutiara Cardina, Umar. 

Umar mengatakan berhentinya audisi umum yang dilakukan PB Djarum bisa berdampak besar bagi bulu tangkis Indonesia. Termasuk tradisi emas dari cabor bulu tangkis di ajang Olimpiade. 

Baca Juga: Pemerintah Akui Sulit Gantikan PB Djarum Gelar Audisi Umum

"Kami prihatin sebagai sesama klub yang membina para pemain muda untuk dikontribusikan ke Pelatnas, kami prihatin. Kami merasa prihatin dengan teman-teman di Djarum itu," kata Umar. 

"Sebenarnya, kita tinggal hitung-hitungan saja mana kebaikan yang lebih besar. Apalagi bulu tangkis itu satu-satunya cabang olahraga yang langganan medali emas Olimpiade. Tapi dengan kondisi seperti ini, terus terang kami prihatin," sambungnya. 

Cabor bulu tangkis memang menjadi salah satu andalan bagi Indonesia dalam meraih medali emas di ajang Olimpiade. Dari tujuh medali yang sudah diraih kontingen Merah Putih, empat antaranya berasal dari cabor tepok bulu. 

Baca Juga: PB Djarum Pamit, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Bisa Terputus

Lebih dari itu, PB Djarum merupakan salah satu penyumbang atlet berprestasi bagi bulu tangkis Indonesia. Terbukti, atlet dari klub asal Kudus, Jawa Tengah ini juga berhasil mempersembahkan medali emas di ajang Olimpiade yang dipersembahkan oleh Alan Budikusuma dan pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Sekadar informas, PB Djarum memutuskan untuk menghentikan program audisi umum dalam mencari bibit-bibit muda bulu tangkis Tanah Air pada 2020 mendatang.

Keputusan ini diambil oleh klub asal Kudus, Jawa Tengah tersebut menyusul polemik yang terjadi dengan Komsisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). 

KPAI menuding ada eksploitasi anak secara terselubung yang dilakukan PB Djarum dalam audisi umum tersebut. Anak-anak yang mengikuti audisi, kata KPAI dipaksa menggunakan kaos dengan bran Djarum yang notabe merupakan produk tembakau. 

Tim Pantau
Editor
Reza Saputra
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: