Pantau Flash
Bursa Saham Kawasan Naik, IHSG Menguat 15,07 Poin
Eijkman: Flu Babi Membawa Semua Gen yang Pernah Menimbulkan Pandemi
Sudah Ada 29.919 Orang di Indonesia yang Sembuh dari COVID-19
Nadiem Tegaskan Kebijakan: Belajar Merdeka Memiliki Daya Saing Kuat
Pratikno: Janagan Ribut Lagi Soal Reshuffle, Progres Kabinet Berjalan Bagus

Borneo FC Ingin Kompetisi Segera Bergulir Demi Pulihkan Finansial

Borneo FC Ingin Kompetisi Segera Bergulir Demi Pulihkan Finansial Penyerang Borneo FC Diogo Campos (kanan) dikawal ketat oleh pemain tengah Persipura Takuya Matsunaga dalam laga Liga I Indonesia 2020 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (07/03/2020). Dalam laga ini Persipura Jayapura kalah 0-2 dari tim

Pantau.com - Kerugian besar akibat pandemi Covid-19 tak ditampik Borneo FC. Tanpa kompetisi membuat tim tak ada pemasukan.

Di sisi lain, klub berkewajiban membayar biaya operasional, serta menggaji pemain beserta staf pelatih.

Secara global, kerugian akibat mandeknya kompetisi nasional ditaksir hingga Rp3 triliun. Dampak ekonomi ini besar karena sepak bola Tanah Air sudah menjadi industri, sekaligus menggerakkan kesempatan kerja hingga 24 ribu orang.

Baca juga: Shin Tae-Yong Wajibkan Pemain Timnas U-19 Foto Makanan yang Dikonsumsi

Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM Universitas Indonesia, Mohamad Dian Revindo. Disampaikan saat bersua Ketua PSSI Mochamad Iriawan.

"Perlu dicatat, dampaknya tak hanya untuk ekonomi saja. Menghasilkan dampak sosial yang bagi anak muda seperti kesehatan dan aktivitas hal positif lainnya," jelas Revindo.

Terpisah, Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin turut mengeluhkan dampak besar Covid-19. Dia berharap kompetisi segera bergulir kembali agar kerugian finansial teratasi.

"Kami ikut kebijakan PSSI. Termasuk jika kembali berkompetisi. Sepak bola adalah industri yang melibatkan banyak pihak," kata Nabil.\

Baca juga: Rizky Pora: Sepak Bola Tanpa Penonton Terasa Hambar

Ditambahkan Nabil, dia juga tak mempermasalahkan jika klubnya bermain di Pulau Jawa. Sebab jika harus bermain di Samarinda tanpa penonton juga bisa menambah kerugian.

"Semua kebijakan nanti pasti yang terbaik untuk klub. Termasuk bermain di Pulau Jawa adalah pilihan yang tepat," pungkasnya. 

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: