Pantau Flash
Dubai Putuskan 'Lockdown' Selama 14 Hari
Madonna Sumbang 1 Juta Dolar untuk Ciptakan Vaksin Korona
Jika Batalkan Kompetisi, Liga Inggris Terancam Denda Rp 15,3 Triliun
Sempat Tersangkut Skandal FIFA, Mantan Presiden Honduras Meninggal Dunia
Jakarta Pagi Cerah Berawan, Waspada Hujan Petir Sore Hingga Malam Hari

Bos Yamaha: Dengan Segala Hormat, Rossi Tak Lagi Ada Prospek di MotoGP

Bos Yamaha: Dengan Segala Hormat, Rossi Tak Lagi Ada Prospek di MotoGP Valentino Rossi. (Foto: Autosport)

Pantau.com - Bos MotoGP Yamaha, Lin Jarvis, mengatakan pihaknya tidak mengharapkan ada konflik dengan Valentino Rossi terkait masa pensiunnya rider asal Italia itu.

Saat ini Rossi terikat kontrak dengan tim Garpu Tala itu hingga tahun 2020. Namun, setelah telah berjalan lebih dari dua tahun, The Doctor -julukan Rossi- belum memenangkan lomba satu kali pun. Tak ayal, ia diyakini telah memasuki periode buruk selama karirnya.

Tercatat, pembalap berusia 40 tahun itu hanya mencetak delapan poin dalam empat balapan terakhir setelah mencatat tiga DNF berturut-turut. Itu menyebabkan Rossi turun ke posisi keenam, di bawah rekan satu timnya Maverick Vinales.

Baca juga: Sudah Gaek, Rossi Masih Mampu Berikan Kejutan di MotoGP 2019

Sementara itu, pembalap satelit Yamaha, Fabio Quartararo, juga membayangi Rossi. Sejak awal race di Eropa dengan meraih pole position dan podium.

Jarvis berpendapat Yamaha akan memiliki peran untuk menentukan kapan Rossi pensiun. Meski saat ini pemilik tujuh gelar juara dunia MotoGP itu diberikan keleluasaan untuk terus menarik gas kuda besinya.

"Itu pasti akan menjadi keputusan kedua belah pihak. Saya pikir dia pasti akan menjadi orang pertama yang memutuskan ketika dia merasa dia tidak dapat kompetitif seperti yang dia inginkan, atau motivasi mulai berkurang. Tanda-tanda pertama pasti akan datang dari sisinya," ujar Jarvis seperti dinukil dari Autosport, Jumat (26/7/2019).

"Menurut saya sama sekali tidak mengharapkan ada konflik. Kita akan tiba pada pemikiran yang sama pada saat yang tepat," tambahnya.

Baca juga: Rossi Anggap Marquez Penghalang Besar di MotoGP

Jarvis mengakui Rossi saat ini tidak memiliki prospek cerah. Namun, ia tidak mengesampingkan kinerja Rossi dan kontrak yang terikat.

"Hingga 2010, Valentino telah membawa kami empat gelar '04, '05, '08 dan '09 - jadi ketika ia meninggalkan kami (untuk pindah ke Ducati), itu berdampak besar. Itu akan seperti Marquez meninggalkan Honda," imbuhnya.

"Sekarang dia berada pada tahap yang berbeda dalam hidupnya, tahap yang berbeda dalam karirnya, dan dengan segala hormat dia tidak lagi miliki prospek di sini (MotoGP). Dia masih bisa berada di sini untuk satu tahun lagi, dua tahun atau tiga tahun - kita harus melihat berapa lama dia tetap kompetitif,"paparnya.

"Tapi sekarang ini hubungan yang berbeda, ketergantungan yang berbeda padanya. Itu bukan untuk mengatakan dia tidak penting, dia penting. Peran dan fungsinya akan berbeda tetapi saya harap dia tetap sebagai duta brand dan mitra kami," tukasnya.

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: