Pantau Flash
PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
Nihil Kasus Baru di 6 Provinsi, Positif COVID-19 di Indonesia 29.521 Kasus
PSBB di Kota Bekasi Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
PSBB Masa Transisi, Gojek: Driver Dapat Layani Penumpang 8 Juni
Rapimnas Gerindra Minta Prabowo Kembali Pimpin Partai

Brasil Soal Copa America: Absurd Main di Lapangan Sulit Kontrol Bola!

Brasil Soal Copa America: Absurd Main di Lapangan Sulit Kontrol Bola! Tite. (Foto: AFP)

Pantau.com - Pelatih Brasil, Tite mengamini keluhan sejumlah pemain dan ofisial sepakbola mengenai buruknya lapangan pada Copa America 2019. Ia menyatakan adalah absurd harus bermain di lapangan seperti saat tuan rumah mengalahkan Paraguay pada Jumat  28 Juni 2019.

Brasil memenangkan pertandingan perempatfinal melawan Paraguay dengan skor 4-3 lewat adu penalti setelah kedua tim seri 0-0 selama 90 menit waktu normal. Tite menyatakan level bertanding di Arena Gremio secara negatif dipengaruhi oleh permukaan tanah yang tidak rata.

"Absurd pada level tinggi seperti ini kita bermain di lapangan di mana kita sulit mengontrol bola," kata Tite.

"Pemain sampai perlu tiga sentuhan untuk mengendalikan bola. Ini absurd,"paparnya.

Baca Juga: Kalah dari Kolombia, Argentina Keluhkan soal Kondisi Lapangan

Renato Portaluppi, pelatih klub Brasil Gremio, berkata kepada ESPN Brasil belum lama mengatakan rumput laga copa America menyedihkan. Sejumlah pemain dan ofisial juga sudah menyuarakan ketidaksetujuannya dengan lapangan yang digunakan dalam turnamen ini.

Salah satu figur terbesar yang mengkritiknya adalah Lionel Messi yang kesulitan bermain sewaktu melawan Qatar ketika umpan yang mengarah kepadanya terganggu tanah berlubang sebelum dia melepaskan berusaha menciptakan gol.

"Semua lapangan tempat kita bermain keadaannya buruk. Ini menyulitkan," kata Messi seperti dikutip AFP.

Sementara itu, pemain Uruguay Luis Suarez dan pemain Kolombia James Rodriguez juga mengeluhkan lapangan tidak rata, dengan yang paling keras dikritik lapangan Fonte Nova di Salvador dan Maracana di Rio. "Saat saya (mengeluh), saya dikritik. Mereka bilang saya cari-cari alasan. Tetapi Anda tidak bisa bermain di lapangan seperti itu,"ucap pelatih Argentina, Lionel Scaloni.

Penyelenggara Menyanggah Kritik

Pihak panitia atau penyelenggara Copa America, Thiago Jannuzzi mengatakan keadaan lapangan yang miring sudah ditutupi dengan rumput. Menurutnya, semua lapangan sudah layak.

"Kami melihat lapangan yang datar dengan idealnya ditutup rumput," ujar Thiago Jannuzzi selaku manajer komisi pihak penyelenggara.

Brasil kali ini berambisi menjuarai Copa untuk pertama kali sejak 2007, kini mengharapkan permukaan lapangan yang lebih baik di Stadion Mineirao di Belo Horizonte di mana mereka akan memainkan pertandingan semifinal melawan Argentina atau Venezuela.

Venue itu mewariskan luka kepada Brasil. Pasalnya, Tim Samba dihajar Jerman 1-7 pada semifinal Piala Dunia 2014.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: