Pantau Flash
Khofifah Minta Warga Jatim Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap OTG
CEO Leipzig Bantah Soal Transfer Timo Werner ke Chelsea
Jubir Presiden Kazakhstan Positif COVID-19
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan

Cannavaro pada Italia: Semua Akan Baik-Baik Saja

Cannavaro pada Italia: Semua Akan Baik-Baik Saja Kapten timnas Italia Fabio Cannavaro saat mengangkat trofi Piala Dunia 2006.(REUTERS/Tony Gentile)

Pantau.com - Mantan kapten Timnas Italia Fabio Cannavaro memberikan pesan emosional kepada bangsanya yang tengah menghadapi bahaya pandemi virus korona atau COVID-19. Ia juga meminta warga untuk diam di rumah. 

Virus korona telah merenggut ribuan nyawa manusia di dunia, termasuk Italia yang mencatatkan angka korban meninggal tertinggi di Eropa. Hingga Rabu kemarin, sudah 12.248 dari 105.792 orang positif virus korona.

Jangkar pertahanan Italia pada Piala Dunia 2006 ini mengaku cemas dan sedih pada apa yang menimpa negara asalnya.

Baca juga: Virus Korona Meluas, Cristiano Ronaldo Sebarkan Pesan Solidaritas

Cannavaro, yang saat ini sebagai pelatih klub China Guanzhou Evergrande, mengajak semua orang di Italia untuk bersatu melawan virus korona.

"Kami bukan Superman. Namun, saat bangkit bersama, kami bisa meraih segalanya," tegas Cannavaro dalam surat untuk Italia yang dimuat dalam situs The Players Tribune yang dilansir Goal hari ini.

"Sekarang kami berada di tengah-tengah pertempuran ini, kami harus bertarung bersama. Itu berarti menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri," lanjutnya.

Mantan bek Juventus tersebut ingin masyarakat Italia bahu-membahu mengatasi pandemi virus korona seperti saat timnas menjuarai Piala Dunia 2006. "Sepak bola lebih dari sekedar olahraga di Italia. Ketika tim nasional bermain, semua orang merasakan bagian darinya. Semua orang bersatu," jelas Cannavaro. "Dan ketika orang Italia bersatu, kita cenderung melakukannya dengan baik."

Cannavaro teringat persiapan buruk timnas Italia saat berangkat ke Piala Dunia 2006 di Jerman. Kala itu, skandal Calciopoli menghantui tekad tim meraih gelar juara dunia.

Baca juga: Jika Korona Tak Kunjung Teratasi, FIGC Siapkan 3 Skenario

Namun, keraguan hilang ketika seluruh anggota Timnas Italia memiliki tujuan sama dan saling memberi kekuatan satu sama lain. "Di saat kritis seperti itu, kita tidak hanya menjaga diri sendiri. Kita peduli satu sama lain."

"Setibanya di Jerman, kita praktis melupakan skandal itu dan kita tidak sabar untuk bermain," terangnya. "Kita menang bukan karena beruntung. Kita memenangkannya karena kami memiliki tim terbaik dan kami percaya bisa memenangkannya." 

"Saat ini kami membutuhkan semangat persatuan yang tak terpatahkan sebagai sebuah negara. Kami telah melihat beberapa contoh solidaritas yang luar biasa. Frasa andrĂ  tutto bene (semuanya akan baik-baik saja) adalah pesan dukungan bagi mereka yang terjebak di rumah, bagi mereka yang takut, kesepian atau tertekan. Orang telah melangkah keluar ke balkon untuk memberi tepuk tangan kepada para pekerja medis kita. Tetangga menyanyikan lagu bersama. Inilah jenis persatuan yang kita butuhkan," tulis pelatih berusia 46 tahun itu.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: