Pantau Flash
WADA Menyetujui Reformasi untuk Meningkatkan Representasi Atlet
Seorang Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pemukulan Perwira Polisi, Kemungkinan Bakal Ada Tersangka Tambahan
Kemenkes Perkirakan OTG dan Terkonfirmasi COVID-19 Capai 16 Juta Orang
Dinilai Berjasa Percepatan Vaksinasi Covid-19 dan Penurunan Tarif PCR, Menkes Budi Raih Penghargaan 'People Of The Year 2021'
Kominfo Imbau Waspada Hoaks COVID-19

Diperiksa KPK, Gatot Jabarkan Masalah Regulasi Dana Hibah

Diperiksa KPK, Gatot Jabarkan Masalah Regulasi Dana Hibah Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto (Foto: Pantau.com/Willa Wildayanti)

Pantau.com - Sekretaris Menteri pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto, mengaku dikonfirmasi penyidik Komisi Pemberantasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal regulasi tentang dana hibah di Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Saya hanya diperiksa dalam kapasitas untuk menjelaskan tentang regulasi aturan tentang hibah itu sesungguhnya boleh atau tidak lalu dasarnya apa kemudian fungsi atau tanggung jawab Sesmenpora seperti apa, kemudian bagaimana alur anggaran seandainya KONI membutuhkan dana itu seperti apa," ucap Gatot.

KPK pada Selasa 24 September 2019 memeriksa Gatot sebagai saksi untuk tersangka Miftahul Ulum (MIU) yang merupakan asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrawi (IMR) dalam penyidikan kasus suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018.

"Kemudian bagaimana terjemahan dari regulasi itu sendiri misalnya, contohnya secara konkret itu disebutkan tentang KONI mendapatkan anggaran itu sah karena KONI itu kan keberadaannya diatur di Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional," ujar dia.

Baca juga: Kesan Hanif Dhakiri Pertama Kali Ngantor di Kemenpora

Ia juga membantah adanya budaya kickback atau imbalan di Kemenpora terkait pengucuran dana hibah kepada KONI.

"Saya tidak menerima kalau ada tanggapan penilaian bahwa ada budaya kickback di Kemenpora. Saya pernah jadi Deputi IV selama satu tahun awal 2016 sampai 2017 dan alhamdulillah di sana juga tidak ada budaya kickback. Jadi, saya luruskan jangan digeneralisasi bahwa di Kemenpora itu ada budaya kickback seperti itu," tuturnya.

Saat ditanya apakah dalam pemeriksaannya kali ini ia dikonfirmasi adanya permintaan uang oleh Imam Nahwari, ia menyatakan tidak ada konfirmasi seperti itu.

Baca juga: Mengenang Catatan 5 Tahun Imam Nahrawi sebagai Menpora


"Tidak ada konfirmasi seperti itu karena memang saya akui bahwa Menpora Pak Imam Nahrawi belum pernah meminta uang kepada saya. Saya harus jujur menyampaikan seperti itu," ucap Gatot.

Diketahui, KPK pada Rabu 18 September 2019 mengumumkan Ulum dan Imam sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

Imam diduga menerima uang dengan total Rp26,5 miliar. Uang tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.



Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZS

Berita Terkait: