Dybala Paceklik Gol, Allegri Tetap Tenang

Paulo Dybala penyerang Juventus ketika berebut bola. (Foto: Reuters)Paulo Dybala penyerang Juventus ketika berebut bola. (Foto: Reuters)

Pantau.com Juventus telah memastikan langkahnya menuju
babak 16 besar Liga Champions. Itu dilakukan setelah meraih kemenangan 2-0 atas
Olympiacos di Karaiskaki Stadium pada Rabu (6/12/2017). Gol Si Nyonya Tua
-julukan Juventus dicetak oleh Juan Cuadrado (15’) dan Federico Bernardeschi
(90’). Sayang, pada laga tersebut, Paulo Dybala kembali tak bisa menemukan
ketajamannya di depan gawang.

Seperti diketahui, Juventus tampil begitu
mendominasi saat menghadapi Olympiacos, terlihat dalam penguasaan bola yang
dimiliki yakni 58 berbanding 42 persen. Bahkan, Andrea Barzagli dan kolega
bermain efektif dengan melepaskan delapan kali tembakan dengan rincian lima
kali tepat sasaran. Peluang sempat didapatkan Dybala yang berposisi sebagai
penyerang, tapi Silvio Proto mampu menepis bola sepakkannya yang hampir
berujung gol.


Memang sorotan kali ini banyak mengarah pada
penampilan La Joya -julukan Dybala. Maklum, di awal musim dalam 8 laga, Dybala
sudah mencetak 12 gol di Serie A. Sayang, semakin ke sini, pemain berusia 24
tahun tersebut tumpul karena dalam empat pertandingan terakhir tak mencetak
angka. Terakhir dirinya mencetak gol ke gawang Sampdoria, saat Juve kalah
dengan skor 3-2.


Meski begitu, Allegri tetap percaya dengan
kemampuan Dybala. Ia menilai, pemainnya itu perlu terus berlatih keras untuk
bisa kembali ke penampilan sesungguhnya. Sejauh ini, peran Dybala banyak
membuka ruang kepada rekannya yakni Gonzalo Higuain yang sudah mencetak 9 angka
dari 14 laga.   


“Ini merupakan periode buruk bagi Dybala,
tapi dia tak perlu khawatir karena kami yakin penampilannya bakal kembali
optimal. Ia butuh latihan keras untuk terus menanjak,” ujar Allegri seperti
dikutip dari Soccerway, Rabu (6/12/2017).


Berbicara
mengenai laga melawan Olympiacos, Allegri menjelaskan kalau tim arahannya
bermain dengan begitu maksimal. Menurutnya, level permainan di Liga Champions
begitu ketat dan berbeda dengan pertandingan domestik. Banyak yang mengkritik,
di laga terakhir saat melawan Napoli, Juve bermain bertahan dengan cara
menumpuk para pemainnya.


Mantan
pelatih AC Milan itu pun berdalih kalau Juve selalu ingin menguasai ball possession. Tekanan demi tekan
dilakukan oleh Bianconeri untuk mengurung tim tuan rumah Olympiacos. Alhasil,
Juve mampu memperlihatkan permainan yang efektif. 


“Di Eropa,
selalu sulit untuk memenangkan sebuah pertandingan, itu sebabnya kami harus menuntaskan
laga dengan menciptakan beberapa peluang bagus. Kami harus menjaga ball
possession lebih baik di babak kedua, tapi untuk melakukannya kami harus
berlari lebih banyak tanpa bola,”tambahnya.


“Bila Anda
kehilangan penguasaan bola dengan mudah, itu sama saja memberikan kesempatan
pada lawan untuk menyerang. Karena itu kami mengubah skema permainan kami di
babak kedua,”jelas pria berusia 50 tahun tersebut.


Pada akhir
tahun 2017, Juventus seakan kembali menemukan ritme permainannya. Alhasil,
tujuan jangka pendek mereka terwujud dengan lolos ke babak 16 besar. Kini
saatnya, tim asal Turin itu berfokus untuk kembali menguasai Serie A karena
akhir pekan nanti, mereka akan menjamu sang pemuncak klasemen, Inter Milan pada
10 Desember 2017.



Menghadapi sang rival,
Juve tentu bakal tetap bertumpu pada sosok Dybala. Lantas, partai besar
menghadapi Nerazzurri menjadi ajang
pembuktian. Namun, bisa jadi ia hanya menjadi pelayan dengan memberikan upaya
untuk rekan timnya mencetak angka? Ah, tetap saja, meski tak mencetak gol,
Allegri tetap memberikan kepercayaan ke pemain bernomor 10 tersebut.

Tim Pantau
Sumber Berita
Soccerway.com
Editor
Tatang Adhiwidharta