Pantau Flash
Angka COVID-19 Melonjak, Ekonomi Indonesia Diprediksi Akan Tumbuh 4 Persen pada Kuartal II
Merasa Percaya Diri karena Sudah Divaksin Turut Pengaruhi Lonjakan Kasus COVID-19
Hindari Kerumunan, Kemenag Wajibkan Panitia Kurban Antar Daging ke Rumah Penerima
Pemerintah Izinkan Shalat Idul Adha Digelar di Masjid di Luar Zona Merah dan Oranye
Wapres Sebut MUI Terapkan Moderasi dalam Fatwa Vaksin COVID-19

Eddy Sofyan Ingin PSSI yang Bersih Bersama Iwan Bule

Eddy Sofyan Ingin PSSI yang Bersih Bersama Iwan Bule PSSI. (Foto: Pantau.com/Tatang Adhiwidharta)

Pantau.com - Nama Eddy Sofyan kini kembali muncul di dunia sepak bola Indonesia. Ia memutuskan bergabung menjadi tim sukses Komjen Pol Mochamad Iriawan yang akan maju bakal calon Ketua Umum (Ketum) PSSI periode mendatang. 

Ia pun menyatakan jika persoalan dunia sepak bola yang menyeret namanya juga sudah terselesaikan. Seperti misalnya permasalahan hadiah juara Liga Desa Indonesia (LIDI) sudah selesai. Termasuk permasalahan mendatangkan dua legenda si kulit bundar, Diego Maradona dan Ronaldinho. 

Dia mengungkapkan Diego Maradona tetap memberikan coaching clinic kepada sejumlah anak-anak pada 2013. Meski memang waktunya durasi yang coaching clinic tidak sesuai dengan jadwal lantaran euforia dari anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) yang melihat sosok Maradona. 

Baca Juga: Ada Mantan Napi di Lingkaran Bakal Calon Ketum PSSI

Terakhir mengenai batalnya kedatangan Ronaldinho ke Tanah Air pada tahun ini. Eddy mengatakan Ronaldinho bukan tidak jadi ke Indonesia, melainkan tengah dijadwalkan ulang. Pasalnya, Gubernur Sumatera Selatan saat itu, Alex Noerdin tidak memberikan izin mantan pemain Brasil itu datang ke Indonesia. 

Di sisi lain, Eddy memastikan kehadirannya untuk mendukung Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule murni demi kemajuan sepak bola Tanah Air. Bahkan, ia sempat ke beberapa negara seperti Afrika Selatan, Prancis, serta Argentina untuk mempelajari bagaimana tata cara mengelola federasi dengan baik. 

"Karena Afrika Selatan, Perancis, sama Argentina ini dianggap negara yang pengelolaan sepak bolanya paling bagus di benua masing-masing," kata Eddy kepada Pantau.com. 

Baca Juga: Soal Caketum PSSI, Exco: Jangan Ada yang Numpang Populer, Lalu Pergi!

Lebih lanjut, Eddy menuturkan, bersama dengan Iwan Bule, ia ingin menciptakan PSSI yang bersih ke depannya. Mengingat saat ini PSSI tidak mencerminkan organisasi yang bersih dan transparan. 

"Jadi saya bersama Pak Iwan Bule ingin menciptakan PSSI yang bersih. Sehingga sepak bola kita kedepannya bisa lebih baik," dia menambahkan. 

Pemilihan Ketum PSSI sendiri masih simpang siur. Pasalnya berdasarkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 27 Juli 2019 di Ancol, dan dipercepat menjadi 2 November. Namun Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dalam suratnya merekomendasikan pemilihan Ketum PSSI tetap digelar sesuai jadwal awal yakni Januari 2020. 

Tim Pantau
Editor
Reza Saputra
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: