Pantau Flash
Fraksi PKB Tuntut Kasus Jiwasraya Diselesaikan dalam Setahun
Bhayangkara FC Resmi Gaet Andik Vermansyah
Polisi Pasang Kamera E-TLE di Jalan Layang Kasablanka Sasar Pemotor
OJK Mau Dibubarkan, Pengamat: Masih Dibutuhkan Pelaku Industri
Rusia dan China Jalin Kerja Sama Kembangkan Vaksin Virus Korona

Faktor Angin Jadi Masalah Utama Fitriani Usai Terhenti di China Open 2019

Faktor Angin Jadi Masalah Utama Fitriani Usai Terhenti di China Open 2019 Fitriani Terhenti (Foto: Dok. PBSI)

Pantau.com - Tunggal putri Indonesia Fitriani mengaku jika faktor angin menjadi salah satu masalahnya dalam mengendalikan laju bola pada pertandingan melawan babak pertama China Open 2019 melawan Kim Ga eun asal Korea Selatan pada pertandingan yang berlangsung di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzou, China, Rabu (18/9/2019).

Setelah berjuang tiga set, Fitriani harus menyerah dengan skor 21-12, 12-21, dan 13-21. Fitriani mengaku kalau kesulitan utamnya dalam mengendalikan bola karena ia baru beradaptasi dengan lapangan dan angin yang terlalu kencang membuatnya harus menyerah begitu saja setelah bermain rubber game.

Baca Juga: Catatan Perjalanan 5 Wakil Indonesia ke Babak Kedua China Open

Hal serupa juga dialami oleh pemain asal Korea Selatan tersebut, namun ia mampu bangkit pada gim kedua dan ketiga sehingga ia mampu mengendalikan permainan dari Fitriani dan keluar sebagai pemennag. Menghadapi hal itu, Fitri mengaku saat kesulitan ia dan lawan pun merubah pola permainan namun ia lebih kurang hati-hati sehingga terus melakukan kesalahan.

"Saya dan lawan sama-sama mengubah permainan. Saya sering mengerem pukulan dan lebih hati-hati karena laju angin. Sementara itu, Kim lebih bisa mengendalikan dan menekan pada gim kedua dan ketiga," ujar Fitriani seperti yang dikutip dari Badminton Indonesia, Rabu (18/9/2019).

"Akurasi Kim juga bagus. Pukulannya jarang out. Pada gim ketiga pukulannya bagus dan tajam. Pergerakannya juga konsisten, sehingga pertahanan saya harus rapat," tambahnya.

Sedangkan saat berada dilapangan sendiri, Fitriani mengaku kalau ia mendapatkan masukan dari Kepala Pelatih Tunggal Putri, Rionny Mainaky. Fitriani mengatakan selama pertandingan pelatih memberikan masukkan lebih kepada non teknis dan terus memberikan semangat agar dirinya tidak mudah menyerah dan mau berjuang hingga akhir, walaupun akhirnya ia harus mengakui keunggulan dari Kim Ga Eun.

Baca Juga: Hafiz/Gloria Terhenti di Babak Pertama China Open 2019

"Pelatih tadi kerap memberi semangat dan saran non-teknis. Untuk faktor teknis juga ada saran, tetapi lebih soal aspek yang masih kurang," pungkasnya.

Dengan kekalahan dari Fitriani pun membuat tunggal puri Indonesia harus kehabisan pemain. Karena pemain andalan lainnya yakni Gregoria Mariska Tunjung harus mengakui kekalahan lebih dulu dari pemain asal Amerika Serikat, Zhang Beiwen dengan skor 21-14, 19-21, 16-21. Sehingga dengan ini tunggal putri angkat koper lebih dulu dan tanpa wakil.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - WIL
Penulis
Kontributor - WIL
Category
Olahraga

Berita Terkait: