Pantau Flash
Menteri BUMN: Pengembangan Wisata Medis Dimulai di Bali
Kena OTT KPK, Wali Kota Cimahi Ajay Miliki Total Kekayaan Rp8,1 Miliar
KKP: Menteri Edhy Telah Ajukan Pengunduran Diri ke Presiden Jokowi
Pecah Rekor Lagi! Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Naik 5.828
Pemerintah Terbitkan Perpres 109/2020 Dorong Pelaksanaan PSN

FIFA Rancang Aturan Cuti Melahirkan untuk Pesepak Bola Putri

FIFA Rancang Aturan Cuti Melahirkan untuk Pesepak Bola Putri FIFA tengah merancang aturan terkait hak-hak pesepak bola putri, termasuk di dalamnya cuti bersalin. (Foto: Antara via REUTERS/Arnd Wiegmann/Files)

Pantau.com - Induk sepak bola dunia, FIFA tengah merancang aturan terkait hak-hak pesepak bola putri, termasuk di dalamnya cuti bersalin.

Rancangan itu sudah diajukan olah Komite Pemangku Kepentingan Sepak Bola (FSC) FIFA untuk dibahas dan disahkan dalam pertemuan dewan FIFA bulan depan.

Baca juga: Pirlo Puas dengan Kemenangan Juventus, tapi Soroti Kesalahan Anak Asuhnya

Kendati banyak pesepak bola putri di Eropa sudah terlindungi dengan hukum ketenagakerjaaan di negaranya, FIFA menyatakan ingin membangun standar global baru bagi pesepak bola putri di seluruh dunia, menyusul munculnya gelombang klub-klub dan liga putri baru berbagai belahan dunia.

Pesepak bola putri akan mendapat cuti bersalin minimal 14 pekan dengan hak dua pertiga nominal gajinya serta jaminan tidak mengalami kerugian karena hamil.

Aturan itu juga nantinya mengharuskan klub-klub untuk melakukan penyesuaian bagi pesepak bola putri dan menyediakan dukungan medis dan fisik yang diperlukan.

Baca juga: Ronaldo Positif COVID-19, Saham Juventus Merugi

"Sebagai upaya mendorong profesionalisme sepak bola putri, sebagai salah satu langkah strategis, penting bagi kami untuk mengubah dan menyesuaikan kerangka kerja olahraga ini dalam waktu bersamaan. Ini contoh bagus," kata Kepala Departemen Sepak Bola Putri FIFA, Sarai Bareman, demikian dilansir Reuters.

"Kami ingin agar perempuan bisa menghidupi dirinya sebagai pesepak bola sembari memastikan hak mereka untuk berkeluarga dan menjadi ibu. Itulah mengapa penting kehadiran kerangka regulasi untuk melindungi para pesepak bola putri," ujarnya menambahkan.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: