Pantau Flash
Uji Coba Pengaspalan Lintasan Formula E Monas Dilakukan
SBY Sebut Museum dan Galeri Seni di Pacitan adalah Amanah Ani Yudhoyono
Persija Siapkan Amunisi Terbaik Hadapi Geylang International
Polisi Periksa 6 Orang Terkait Tewasnya Siswa-siswi di Sungai Sempor
Korsel Konfirmasi 146 Kasus Baru Virus Korona

Ganti Rugi Soal Stadion Papua Bangkit Diharapkan Segera Tuntas

Ganti Rugi Soal Stadion Papua Bangkit Diharapkan Segera Tuntas Menpora, Imam Nahrawi. (Foto: Pantau.com/Wila Wildayanti)

Pantau.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, berharap Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama Pemkab Jayapura segera menangani masalah tuntutan ganti rugi hak ulayat atas lokasi pembangunan Stadion Utama Papua Bangkit.

"Saya kira itu bisa ditangani secara domestik karena sudah menyangkut soal hak ulayat. Saya berharap kepada Gubernur Papua untuk turun tangan menangani masalah ini bersama Pemkab Jayapura," ujar Menpora Imam Nahrawi.

Baca juga: Resmi, Stadion Papua Bangkit 100 Persen Tuntas

Menpora juga berharap keterlibatan aktif para tokoh adat setempat agar penyelesaian tuntutan ganti rugi hak ulayat atas lokasi pembangunan Stadion Utama Papua Bangkit itu bisa diselesaikan dengan baik.

"Saya kira ini menjadi suatu warning, jangan sampai saat pelaksanaan nanti masih terdapat hal-hal seperti itu. Tentu itu tidak kita inginkan. Saya yakin seluruh masyarakat Papua akan bersiap-siap untuk menjadi tuan rumah yang baik dan sukses dalam penyelenggaraan PON XX tahun 2020," kata Menpora.

Stadion Utama Papua Bangkit dibangun sejak 2017 di atas lahan seluas 42 hektare, berlokasi di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, tak jauh dari Danau Sentani. Stadion berkapasitas 40 ribu penonton ini menggunakan single seat dengan corak mirip Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Baca juga: Ini Tantangan Terberat Bangun Infrastruktur PON XX 2020 di Papua

Tuntutan ganti rugi hak ulayat atas lokasi itu disampaikan oleh masyarakat adat Suku Wally Rukhunai Walinai dari Kampung Nendali, Kampung Yoboi dan Kampung Babrongko saat menggelar aksi demo damai pada Kamis 11 Juli 2019. "Yang kami minta hanya satu, tolong pemerintah ganti rugi tanah ulayat kami," kata Koordinator Aksi, Constan Wally.

Masyarakat Adat Suku Rukhunai Walinai menuntut pemerintah mengganti rugi hak ulayat atas lokasi Stadion Utama Papua Bangkit sebesar Rp420 milyar.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Category
Olahraga

Berita Terkait: