Pantau Flash
Indonesia Kecam Rencana Aneksasi Israel Terhadap Palestina
Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon
Pasien Sembuh COVID-19 Kembali Bertambah, Kini Total 6.240
MUI: Jika Mal Sudah Direlaksasi, Masjid Tentu Juga Sudah Bisa!
1,8 Juta Orang Tinggalkan Jabodetabek di Tengah Larangan Mudik COVID-19

Greysia Polii Ungkapkan Plus Minus Berpartner dengan Senior-Junior

Greysia Polii Ungkapkan Plus Minus Berpartner dengan Senior-Junior Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (Foto: Dok. PBSI)

Pantau.com - Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii mengungkapkan plus-minus dari pengalamannya berpartner dengan senior maupun junior selama sekitar 17 tahun berkarier di bulu tangkis profesional.

Selama berkarier di sektor ganda putri, Greysia sudah berpasangan dengan empat pemain, yakni Jo Novita (2005-2007), Vita Marissa (2007-2008), Nitya Krishinda Maheswari (2008-2016), dan Apriyani Rahayu (2017-sekarang).

"Enggak ada perbandingan karena menurut aku kita semua punya kelebihan dan kelemahan masing-masing," ungkap Greysia dalam wawancara virtual via Instagram live bersama PB PBSI.

Baca juga: Tontowi Sempat Konsultasi dengan Butet Sebelum Putuskan Pensiun

Menurut Greysia, Jo Novita merupakan tipe orang yang sangat bersemangat. Namun meski lebih senior, Jo terkadang suka meminta saran darinya.

"Jo orangnya semangat tapi butuh diayomi, butuh strategi. Tapi dengan pengalamannya dia, aku ikut saja terus apa yang dia katakan," tuturnya.

Sementara Vita Marissa diakui Greysia memiliki kemampuan bermain yang sangat bagus sehingga ia hanya cukup mengikuti saran dari seniornya itu. "Aku tinggal mengikuti dan punya semangat doang."

Kondisi berbeda dialami Greysia saat masih berpasangan dengan Nitya Krishinda. Memiliki usia yang tak terpaut jauh, ia tak segan untuk saling mengingatkan satu sama lain.

"Sama Titin (Nitya), ada iramanya lebih. egonya diturunin, bisa mengingatkan satu sama lain," kata pebulu tangkis berusia 32 tahun itu.

Baca juga: Mundur dari Bulu Tangkis, Ini Catatan Gemilang Tontowi Ahmad

Namun ketika dipasangkan pertama kali dengan Apriyani pada 2017, Greysia merasa cara komunikasi yang dilakukan berubah 180 derajat.

Apabila sebelumnya, ia berperan sebagai junior yang hanya menuruti perkataan seniornya, kali ini dia lah yang justru harus lebih bertanggung jawab kepada yang lainnya, mengingat dia merupakan pemain senior di pelatnas yang dituntut memberikan contoh yang baik kepada para pemain junior.

"Kalau sekarang sama Apriyani memang apapun yang aku perbuat, mereka akan tiru. Misalnya, kalau lagi mentok mereka butuh disirami,"

"Kalau skill, mental dan fisik ya memang sudah ada di atas dan seimbang. Yang berbeda itu cara komunikasi antara junior dan senior," pungkasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: