Pantau Flash
Wapres Sebut MUI Terapkan Moderasi dalam Fatwa Vaksin COVID-19
Pemerintah Anggarkan Rp2 Triliun untuk Bayar Utang ke Guru dan Dosen Agama
36 Pegawai Kedeputian Penindakan KPK Positif COVID-19
Pos Penyekatan di Jembatan Suramadu Resmi Ditiadakan
Perhatian! Warga dengan KTP Non DKI Jakarta Bisa Ikut Vaksinasi COVID-19

Jelang Indonesia Open 2019, Panitia ‘Sulap’ Istora Senayan

Jelang Indonesia Open 2019, Panitia ‘Sulap’ Istora Senayan Istora Senayan. (Foto: Pantau.com)

Pantau.com - Indonesia terus mempersiapkan diri jelang bergulirnya Indonesia Open 2019. Salah satunya pihak panitia pelaksana yang tengah menyulap Istora Senayan untuk menjadi surganya pencinta bulutangkis Tanah Air.

Pasalnya, ajang Indonesia Open 2019 tidak hanya menyajikan persaingan para pebulu tangkis kelas dunia. Pihak panitia juga akan menyediakan kesempatan para penonton untuk berinteraksi langsung dengan atlet lewat acara meet and greet serta berbagai hiburan lainnya.

“Persiapan secara organisasi sudah berjalan dengan baik dan sekarang konsentrasi ke persiapan fisik kalau dari segi kepanitiaan. Dari segi pemain, sudah ke pematangan teknik dan strategi permainan,” kata Ketua Panpel Indonesia Open 2019, Achmad Budiharto, Rabu (10/7/2019).

Baca Juga: Istimewa! Kids Zone Istora Senayan, Tempat Anak ‘Bermain’ Coding

Selain itu kata Budi, pihak panitia juga akan mempercantik sejumlah titik di Istora dengan nuansa bulu tangkis. Harapannya para penonton bisa berswafoto sambil menikmati jalannya pertandingan di lapangan.

“Kami siapkan infrastrukturnya, penonton bisa berekspresi, dan capture dengan kamera sendiri. Akan bangunan portable baru dan tentunya akan mencirikan bulutangkis dan hanya bisa dijumpai di Indonesia Open,” kata dia.

Tidak hanya itu, Panpel juga akan menambah kapasitas mushola yang ada di Istora Senayan. Sehingga para penonton yang beragama muslim tetap bisa melaksanakan kewajiban menjalankan ibadah mereka.

Tiket Ludes

Ilustrasi tiket. (Foto: Pixabay)

Panpel Indonesia Open 2019 sudah membuka penjualan tiket untuk online sejak 10 Juni silam. Pada pembukaannya saja, tiket turnamen BWF World Tour berlabel Super 1000 ini langsung diserbu para pencinta olahraga tepok bulu di Tanah Air.

Tah heran kalau tiket yang disediakan panitia kini sudah habis terjual. Namun Budi mengatakan akan tetap menyediakan tiket secara on the spot bagi para penonton yang tidak kebagian.

Meski begitu Budi menegaskan jumlah tiket on the spot yang disediakan tidak terlalu banyak. Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI ini mengatakan hanya menyediakan 100 lembar tiket setiap harinya untuk masing-masing kategori.

“Kalau kelas Black masih di atas 500 tiket per hari. Kelas Blue-Red sekitar 100-an, karena yang pertama diserbu pembeli online adalah tiket terusan dan kategori Blue,” jelas Budiharto.

Baca juga: Ini Target Fajar/Rian di Indonesia Open 2019

Selain itu Budi menambahkan para penonton yang datang untuk membeli tiket secara on the spot tidak bisa diwakilkan. Dia menjelaskan setiap orang hanya berhak membeli satu buah tiket masing-masing.

“Kalau tiketnya dilepas dari tangan, tiket akan rusak dan ditolak saat di-scan masuk ke Istora,” ucap Budi.

“Bagi yang nasibnya kurang baik, sudah datang antri dan tidak kebagian tiket, di venue akan disediakan beberapa layar lebar, supaya bisa nonton sambil menikmati suasana bazaar. Rencananya akan ada tiga big screen, dari babak pertama,” dia menambahkan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Reporter
Reza Saputra

Berita Terkait: