Pantau Flash
Luis Suarez Sepakati Kontrak 2 Tahun Bersama Atletico Madrid
Pertamina EP Asset 3 Berhasil Tingkatkan Produksi Migas
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta Jadi Rujukan COVID-19
Wali Kota Bandung Minta Warga Waspadai Klaster Keluarga COVID-19
Kota Sukabumi Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat COVID-19

Jepang Bantah Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda Akibat Korona

Headline
Jepang Bantah Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda Akibat Korona Ilustrasi Olimpiade 2020 Tokyo. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Jepang membantah bahwa penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 akan mengalami penundaan akibat maraknya virus korona. Jepang tak tanggung jawab jika ada isu yang menyebut bahwa pesta olahraga internasional tersebut dikabarkan ditunda.

Dengan 162 hari tersisa sampai upacara pembukaan, virus korona telah memunculkan kekhawatiran dan spekulasi akan penyelenggaraan Olimpiade 2020 Tokyo.

Baca juga: Tunggal Putra Diharapkan Buat Kejutan di Olimpiade 2020

CEO Olimpiade Tokyo Yoshiro menegaskan bahwa pesta olahraga empat tahunan itu akan tetap digelar sesuai rencana awal, yakni 24 Juli - 9 Agustus, meski adanya kekhawatiran akan penyebaran virus corona di Negeri Sakura tersebut.

"Sehubungan dengan virus Corona, ada banyak sekali desas-desus, tapi saya ingin memperjelas lagi bahwa kami tidak akan menunda atau membatalkan Olimpiade," kata Mori saat melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi Komite Olimpiade Internasional (IOC), seperti dilansir AFP, Kamis 13 Februari 2020.

"Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah nasional dan menyikapi situasi ini dengan tenang," sambungnya.

Sementara itu, Gubernur Tokyo Yuriko Koike pun memastikan bahwa pemerintah setempat akan berupaya semaksimal mungkin melindungi semua orang dari terjangkitnya wabah virus corona menjelang Olimpiade digelar.

Demikian juga yang disampaikan oleh Wali Kota Desa Olimpiade, Saburo Kawabuchi. Ia mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa meski tak ada yang tahu kapan penyebaran virus korona itu berhenti, pihaknya berharap peningkatan kelembapan dapat membunuh virus tersebut.

"Kami memiliki musim hujan yang dapat membunuh virus," katanya.

Hingga kini, Jepang memang belum melaporkan adanya korban jiwa yang diakibatkan COVID-19, namun sebanyak 28 orang telah dinyatakan terinfeksi virus mematikan itu.

Virus korona sebelumnya telah mengacaukan kalender even olahraga di Asia. Beberapa kejuaraan olahraga pun terpaksa dibatalkan atau dijadwalkan ulang, termasuk kualifikasi tinju dan bola basket untuk Olimpiade yang seharusnya digelar di China.

Baca juga: Dana Pelatnas Olimpiade 2020 Langsung Dikirim dari Kemenkeu

Tak hanya itu, Formula 1 dan FIA pada Rabu juga memutuskan untuk membatalkan seri Grand Prix China akibat virus korona yang menyebar di negara tersebut.

Hingga Kamis 13 Februari 2020, China melaporkan setidaknya sudah ada 1.355 korban meninggal dan hampir 60.000 orang terkonfirmasi terinfeksi virus corona di seluruh wilayah China.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: