Pantau Flash
Sudah Ada 29.919 Orang di Indonesia yang Sembuh dari COVID-19
Nadiem Tegaskan Kebijakan: Belajar Merdeka Memiliki Daya Saing Kuat
Pratikno: Janagan Ribut Lagi Soal Reshuffle, Progres Kabinet Berjalan Bagus
TransJakarta Uji Coba Bus Listrik Rute Balai Kota-Blok M
Pencairan Gaji ke-13 PNS Masih 'Mengambang'

Johann Zarco: Saya Sosok Tepat untuk Honda

Johann Zarco: Saya Sosok Tepat untuk Honda Johann Zarco. (Foto: Situs resmi MotoGP)

Pantau.com - Pembalap Tim LCR Honda Johann Zarco mendeklarasikan diri sebagai sosok yang paling tepat untuk menukangi tim pabrikan Honda musim depan. Ia bahkan yakin bisa mendampingi Marc Marquez untuk berdiri di atas podium. 

Zarco memang menjadi pembalap yang bebas kontrak pada gelaran MotoGP 2020. Pembalap asal Perancis tersebut sudah memutuskan kontrak bersama Tim KTM di akhir musim 2019. 

Baca Juga: Vinales Jadi yang Tercepat di MotoGP Malaysia, Marquez Kedua

Namun saat ini Zarco masih menjadi bagian Tim LCR Honda yang merupakan tim satelit pabrikan asal Jepang tersebut. Ia menggantikan posisi Takaaki Nakagami yang mengalami cedera. 

Di satu sisi, Honda juga digadang-gadang tengah mencari pembalap untuk menggantikan posisi Jorge Lorenzo yang tak kunjung menemukan performa terbaiknya. Pemegang tiga gelar juara dunia MotoGP itu masih terdampar di posisi 19 klasemen sementara dengan raihan 25 angka. 

"Honda harus membuka pintu untuk saya, mengingat saya adalah orang yang tepat. Lagipula saat ini saya adalah satu-satunya pembalap yang bebas. Menunggangi motor Honda adalah impian saya. Keuntungan ini akan saya manfaatkan untuk kembali menjadi pembalap top nantinya," ujar Zarco. 

Baca juga: Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2019: Fabio Quartararo Cetak Rekor!

"Kalau saya bisa bergabung dengan Honda, saya akan menjadi pembalap kedua di podium, menemani Marquez. Semua tahu kalau dia adalah pembalap yang hebat. Namun dia juga terbantu dengan kinerja motor Honda yang membuatnya selalu bisa mengincar podium," terangnya. 

"Tidak ada yang berbeda. Sama saja dengan mengendarai motor lain. Anda juga harus berani melaju dengan kecepatan di atas 300 kilometer per jam. Justru Anda harus bisa beradaptasi jika motor yang Anda tunggangi punya respons yang lebih baik dibandingkan motor lain," ia menjelaskan. 


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: