Jorge Lorenzo Arungi Musim 2017 Tanpa Kemenangan, Itu Tak Bisa Diterima

Jorge Lorenzo ketika melintas. (Foto: Crash)Jorge Lorenzo ketika melintas. (Foto: Crash)

Pantau.com Musim 2017 bukan
penampilan terbaik dari Jorge Lorenzo bersama Ducati Corse. Pemilik tiga gelar
juara dunia MotoGP harus puas berada di posisi ketujuh klasemen akhir dengan
137 poin.


Kedatangan X-Fuera -julukan Lorenzo ke Ducati dianggap
sebagai angin segar. Maklum, rider asal Spanyol itu memiliki catatan mentereng
selama 9 tahun bersama Movistar Yamaha. Bahkan dirinya dianggap sebagai
pembalap yang bisa mengantarkan tim pabrikan asal Italia itu seperti zaman
Casey Stoner.


Cristian Gabarrini selaku kepala kru Jorge Lorenzo
mengatakan kalau pihaknya merasa kecewa dengan hasil yang didapatkan. Namun,
pria asal Italia itu memang melihat Lorenzo bisa melewati masa adaptasi bersama
Ducati terutama masalah kepercayaan diri.


“Tujuannya berubah seiring berjalannya waktu. Pada awal
musim kami fokus pada kepercayaan diri Lorenzo dengan motornya,” ujar Gabarrini
seperti dikutip dari Speed Cafe, Selasa 5 Desember 2017.


Catatan Lorenzo di musim 2017 merupakan ulangan dari musim
2005. Kala itu dirinya tergabung dalam tim Honda di kelas 250 cc, pembalap
berusia 30 tahun itu tak pernah keluar sebagai juara podium. Lorenzo hanya
mengumpulkan empat kali runner-up dan dua kali meraih urutan ketiga.


Melihat catatan buruk yang diterima Lorenzo pada musim 2017,
Gabarrini bertekad ingin memberikan settingan
motor yang lebih baik. Tujuannya agar rekan Andrea Dovizioso tersebut itu bisa
menembus posisi lima besar setiap race.


“Nanti dia harus selalu berada di posisi lima besar, dan
akhirnya, ia harus berjuang meraih kemenangan tidak peduli balapan atau
kondisinya. Pada balapan terakhir dia ada di sana, dan dengan dua race lagi kami akan
mengkonfirmasikannya,” tambahnya.



“Jika tahun depan kita menemukan masalah yang sama
seperti tahun 2017, kita tidak akan punya alasan. Hasil musim ini tidak bisa
diterima,” tuntasnya.

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta