Pantau Flash
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 802 Orang, Jateng Jadi Penyumbang Terbanyak

Jumpa Praneeth di Babak Ketiga, Ginting: Harus Siap Capek

Jumpa Praneeth di Babak Ketiga, Ginting: Harus Siap Capek Anthony Sinisuka Ginting. (Foto: Dok. PBSI)

Pantau.com - Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting merasa pertandingan babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 kontra Sai Praneeth, Kamis (22/8/2019) akan berlangsung ketat. Oleh karena itu, dia mengatakan harus siap capek untuk bisa meraih kemenangan. 

Baca Juga: Menang Mudah, Ginting Tatap Babak Kedua Kejuaraan Dunia

Ginting sendiri saat ini bisa dikatakan bermain imbang melawan Praneeth. Dalam empat pertemuan yang sudah berlangsung, mereka sama-sama meraih dua kemenangan. 


Anthony Sinisuka Ginting. (Foto: Dok. PBSI)

Namung Ginting sukses meraih kemenangan pada pertemuan terakhir keduanya. Tunggal putra asal Cimahi, Jawa Barat ini mampu mengalahkan wakil India tersebut pada turnamen Australia Open 2019 dengan 25-23, dan 21-19. 

"Lawan Praneeth bakalan ramai juga, karena pertemuan sebelumnya menang kalah, ramai juga," kata Ginting. 

"Persiapannya latihan lagi untuk mematangkan pukulan dan pergerakan kaki lebih disiapkan lagi. Dari pikiran juga harus lebih siap capek dan siap susah di lapangan," dia menambahkan. 

Baca Juga: Tunggal Putra Ditargetkan Semifinal pada Kejuaraan Dunia 2019

Sebelumnya, Ginting berhasil menyudahi perlawanan tunggal putra Inggris, Toby Penty pada babak kedua Kejuaraan Dunia 2019. Tunggal putra peringkat delapan dunia ini hanya membutuhkan waktu 39 menit untuk meraih kemenangan dengan skor akhir 21-11, dan 21-19. 

Meski begitu, Ginting merasa mendapat perlawanan sengit dari Penty terutama pada gim kedua. Pasalnya, Penty yang kalah angin membuat serangannya acapkali berbuah poin. 

"Game pertama saya kalah angin, jadi dia banyak melakukan kesalahan sendiri, out ke belakang. Saya juga lebih leluasa. Game kedua kebalikannya, dia serangannya sudah dapet," ujarnya. 

Tim Pantau
Editor
Reza Saputra
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: