Pantau Flash
Berbeda dengan Muhammadiyah, PBNU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Bukan 29 tapi 31 Perkantoran di DKI Dinyatakan Ditutup Akibat COVID-19
8 Anggota Paskibraka akan Kibarkan Merah Putih di Istana pada HUT RI
Bio Farma Lakukan Uji Klinis Tahap Ketiga Vaksin COVID-19 Hari Ini
Kasus Positif COVID-19 di RI Mencapai 118.753 per 6 Agustus 2020

Kekalahan Thailand Bukan karena Tanpa Pemain Senior Semata

Kekalahan Thailand Bukan karena Tanpa Pemain Senior Semata Pelatih Thailand Akira Nishino (tengah). (Foto: Antara/Michael Siahaan)

Pantau.com - Pelatih tim nasional U-22 Thailand Akira Nishino mengatakan kekalahan dari Indonesia dalam laga Grup B SEA Games 2019, Selasa, bukan karena ketiadaan pemain senior di tim berjuluk Gajah Perang itu.

"Memang, tidak adanya pemain senior memiliki dampak. Namun, kami tetap percaya diri dengan pemain yang ada," kata Nishino. 

Baca Juga: SEA Games 2019: Indra Sjafri Ungkap Rahasia Timnas Taklukkan Thailand

Timnas U-22 Thailand memang tidak membawa satu pun pemain senior, atau pemain berusia di atas 22 tahun, di SEA Games 2019. Padahal, regulasi SEA Games 2019 mempersilakan setiap tim di cabang olahraga sepak bola putra memasukkan setidak-tidaknya dua nama senior dari 20 pemain senior.

Meski demikian, Thailand tetap mempertahankan para pemain andalannya yang juga anggota Timnas senior. Seperti misalnya Supachai Chaided, Shinnapat Leeaoh dan Supachok Sarachat.

Baca juga: SEA Games 2019: Timnas U-22 Indonesia Kandaskan Thailand di Laga Perdana

Supachok Sarachat bahkan menjadi mimpi buruk timnas Indonesia setelah dua golnya membawa Thailand menang 3-0 dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Namun, Sarachat justru tidak diturunkan sejak menit pertama oleh Nishino. Dia baru bermain di awal babak kedua.

Kekalahan dari Indonesia membuat Thailand saat ini berada di posisi kelima klasemen sementara Grup B SEA Games 2019. Skuad berjuluk Gajah Perang berada di bawah Vietnam si pemuncak klasemen, Indonesia di peringkat kedua, serta Laos dan Singapura di posisi ketiga dan keempat. Posisi juru kunci atau keenam dihuni oleh Brunei Darussalam.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: