Pantau Flash
Siap-siap, Beli Ponsel di Atas Rp7 Juta dari Luar Negeri Wajib Daftar IMEI
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia
Bank Indonesia Yakin Ekonomi Membaik di Semester II-2020
Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan Umrah ke Arab Saudi

'Lebih Sakit Hati Lihat Kericuhan Suporter daripada Kekalahan'

'Lebih Sakit Hati Lihat Kericuhan Suporter daripada Kekalahan' Timnas Indonesia dikalahkan Malaysia 2-3 di SUGBK, Kamis (5/9) malam. (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Pantau.com - Kapten Timnas Indonesia Andritany Ardhiyasa mengaku menyayangkan kekalahan dari Malaysia pada laga perdana Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis 5 September 2019. Sempat unggul lebih dulu, pasukan Garuda harus menyerah dengan skor akhir 2-3. 

Namun kiper yang membela klub Persija Jakarta ini lebih sakit hati dengan insiden kericuhan suporter yang terjadi semalam. Bahkan pertandingan sempat dihentikan akibat insiden tersebut. 

Baca Juga: Timnas Indonesia Dipermalukan Malaysia 2-3 di SUGBK

Ya, pertandingan Indonesia kontra Malaysia harus dihentikan sejenak akibat kericuhan suporter yang terjadi pada menit 72. Beberapa oknum suporter Merah Putih memanjat pagar pembatas untuk masuk ke lapangan. 

Tidak hanya sekadar masuk ke lapangan, oknum suporter ini bahkan mendatangi tribun pendukung Malaysia yang datang ke SUGBK. Mereka mendatangi tribun suporter tim tamu untuk melakukan intervensi. 

Baca Juga: Main di GBK, Kapten Malaysia Tak Gentar dengan Teror Suporter Indonesia

Beruntung petugas keamanan yang berjaga dengan sigap mengamankan beberapa oknum suporter tersebut. Sampai akhirnya pertandingan pun bisa dilanjutkan. 

"Cukup sakit, karena kami kebobolan dua gol terakhir. Sedih pasti, kecewa pasti, tapi hati saya lebih sakit melihat kejadian yang terjadi di stadion. Ini sangat mencoreng nama baik Indonesia," ucapnya.

"Harusnya, apa pun hasilnya, kita bisa menerima hasilnya. Pastinya kami semua ingin menang, meski hasil tidak berpihak, tapi kita harus menerima. Jujur, sebagai kapten timnas Indonesia, saya sangat sedih, dan kecewa melihat apa yang dilakukan oleh para oknum suporter," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra
Category
Olahraga

Berita Terkait: