Legenda Bulu Tangkis Indonesia Ajak Jaga Istora Senayan

Vita Marissa. (Foto: Pantau.com/Reza Saputra)Vita Marissa. (Foto: Pantau.com/Reza Saputra)

Pantau.com – Istora
Senayan saat ini sudah selesai direnovasi sejak Desember
2017. Namun, gelanggang bulu tangkis itu baru diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko
Widodo, Selasa (23/1/2018).


Dengan
menelan biaya ratusan miliar, Istora disulap menjadi gedung yang jauh lebih megah
dari sebelumnya. Tak heran, jika banyak masyarakat terutama penggemar bulu tangkis
yang kagum dengan kondisi Istora saat ini. Tidak terkecuali legenda bulu tangkis
Indonesia, Vita Marissa.


Baca Juga: Kekurangan di Balik Kemegahan Istora Senayan


Ci Vita –
sapaan akrab Vita Marissa – mengaku kagum dengan kemegahan Istora saat ini.
Peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2007 bersama Flandy Limpele
itu menilai saat ini Istora sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Oleh karena
itu, wanita 37 tahun tersebut mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk
merawat keasrian Istora. Ia berharap, kemegahan Istora tidak hanya bertahan
hingga Asian Games 2018 saja.


“Pasti dari
segi
out look-nya beda banget. Selain
itu juga dari kebersihannya, dan semuanya baru. Jadi kami melihatnya juga
sangat bagus. Kamar mandi bersih, fasilitasnya juga seperti ada tempat untuk
ambil air minum,” ujar Vita.


“Istora
sekarang jauh lah. Jauh lebih bagus seperti yang kita lihat. Dengan dibangunnya
Istora sebagus ini, mudah-mudahan masyarakat Jakarta, Indonesia  bisa menggunakan
dengan baik. Dulu harapannya Jakarta, Indonesia memiliki hall yang bagus,
sekarang sudah ada jangan hanya untuk main di sini (Indonesia Master 2018) dan
Asian Games 2018. Mudah-mudahan bisa dijaga dengan baik,” lanjutnya.


Istora saat
ini tengah menggelar turnamen Indonesia Master 2018. Turnamen yang tahun ini
naik ke level empat (setara superseries) ini diikuti oleh sejumlah pebulutangkis top dunia seperti Viktor Axelsen, Carolina Marin, hingga pasangan Kevin
Sanjaya/Markus Gideon.


Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta