Pantau Flash
Puluhan Tahanan di Meksiko Terinfeksi Virus Korona
Analis: COVID-19 Miliki Dampak Luar Biasa pada Keuangan Rumah Tangga
FIFA Jatuhkan Skors ke Presiden Federasi Sepakbola Haiti
Gelar Operasi Pasar, Mendag Masih Temukan Harga Komoditas Tinggi
Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan 'The New Normal' di Stasiun MRT HI

Lempar Botol ke Lapangan, Gubernur Kalteng dapat Teguran Keras Komdis PSSI

Lempar Botol ke Lapangan, Gubernur Kalteng dapat Teguran Keras Komdis PSSI Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran (Foto: Antara)

Pantau.com - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberi teguran keras kepada Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran yang melakukan tindakan tidak terpuji melemparkan botol ke dalam  lapangan saat pertandingan Liga 1 antara Kalteng Putra vs Persib Bandung, 1 November 2019 lalu.

Berdasarkan laman resmi PSSI, Sugianto Sabran dinilai melanggar pasal 55 junto pasal 8 junto pasal 12 Kode Disiplin PSSI. Jika ia mengulangi perbuatannya, maka PSSI akan menjatuhkan sanksi yang lebih keras.

Baca Juga: Karhutla Bikin Jadwal Latihan Tim Liga 1 Ini Terganggu

Selain Sugianto, PSSI juga menjatuhkan sanksi denda Rp50 juta rupiah kepada Kalteng Putra, serta denda Rp20 juta kepada panitia penyelenggara.

PSSI juga menjatuhkan sanksi larangan bermain untuk dua pertandingan dan denda Rp 10 juta kepada pemain Kalteng Putra, Patrich Wanggai. Ia dinilai bersalah karena menendang pemain Persib dengan sengaja.

Selain kasus terkait Kalteng Putra, Komdis PSSI juga merilis keputusan lainnya, yakni hukuman kepada pemain Bali United Willian Pacheco dan gagal diselenggarakannya pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSM Makassar.

Baca Juga: Satgas Antimafia Bola Amankan 9 Tersangka di Laga Kalteng Putra Vs Persela

Pacheco dilarang bermain untuk satu pertandingan karena melakukan tindakan tidak sportif saat timnya berhadapan dengan Persela Lamongan di Liga 1, 31 Oktober 2019.

Sedangkan PSSI tidak mengumumkan sanksi terkait batalnya pertandingan Persebaya kontra PSM. Mereka hanya memberi rekomendasi agar PT Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan penjadwalan ulang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: