Lika-liku Kisah Persebaya Menuju Liga 1 Musim 2018

Persebaya Juara. (Foto: EJ)Persebaya Juara. (Foto: EJ)

Pantau.com – Klub kebanggaan
warga Surabaya, Jawa Timur, Persebaya Surabaya kembali mentas di perhelatan
sepakbola tertinggi Indonesia. Hal itu didapatkan setelah mengalahkan PSMS
Medan dengan skor 3-2 pada laga final di Stadion Gelora Bandung Lautan Api,
Selasa 28 November 2017.


Langkah Bajul Ijo -julukan Persebaya Surabaya- di kasta
tertinggi tidaklah mudah, sebab sebelumnya tim yang memiliki dua gelar juara
Liga Indonesia (1997 dan 2004) sempat berjibaku dengan masalah
dualisme. Namun,
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya mencabut status Persebaya
pada kongres PSSI perdana di bawah kepimpinan Edy Rahmayadi, Minggu 8 Januari
2017.


Imbas dari keputusan PSSI, Persebaya harus memulai
langkahnya di Liga 2. Hal tersebut membuat Bonek -sebutan pendukung Persebaya-
cukup senang dengan keputusan yang dianggap
fair,
terpenting bagi mereka adalah menyaksikan kembali tim kebanggaannya
bermain.


Bermain di Liga 2, Persebaya berada di Grup 5 bersama Martapura
FC, PSIM Yogyakarta, Persepam Madura, Persatu Tuban, Persinga Ngawi, Madiun
Putra dan PSBI Blitar. Hasil kurang manis didapatkan di awal kompetisi, dimana Rendy
Irwan Saputra dan kolega meraih hasil imbang 1-1 melawan Madiun Putra. Belum
lagi, mereka kalah melawan Martapura FC dengan skor 2-1 di laga kedua.


Kekalahan itu membuat manajemen Persebaya bergerak cepat
mengganti pelatih, dari Iwan Setiawan ke tangan Angel Alfredo Vera. Pria asal
Argentina itu merupakan mantan pelatih Persipura. Vera dianggap belum memiliki
jam terbang tinggi di sepakbola Indonesia, tapi
Green Force tetap yakin dengan kemampuan meramu sang pelatih.


Hasilnya, memang tidak main-main. Pada laga pertamanya, Vera
berhasil mengantarkan kemenangan perdana untuk Persebaya. Itu terjadi saat melawan
Persatu Tuban di Stadion Gelora Bung Tomo pada 6 Juli 2017. Bahkan, pria
berusia 45 tahun itu berhasil membawa tim kebanggaan Bonek itu melangkah ke
babak 16 besar Liga 2.


Di babak 16 besar Liga 2, Persebaya berada dalam Grup C
bersama Persepar Kalteng Putra, Semeru dan PSBS Biak Numfor. Dalam enam laga,
tim yang memiliki warna kebesaran hijau itu menang 2 kali, seri 3 kali dan
kalah sekali. Untungnya, Persebaya lolos sebagai
runner-up, meski perolehan poinnya sama dengan Semeru karena unggul
agresivitas gol.


Sementara itu, di babak 8 besar, Persebaya berada satu grup
dengan tim yang memiliki nama besar di sepakbola nasional yakni PSIS Semarang
dan PSPS serta PSMP Mojokerto. Hebatnya, tim arahan Vera menang dari tiga laga
dan mendapatkan poin bersih sebanyak 9 angka.
 
Mereka pun melaju ke babak semifinal Liga 2 dengan berhadapan melawan
Martapura FC.


Pertemuan melawan Martapura FC merupakan laga ulangan
seperti di babak grup pertama Liga 2. Di mana Persebaya sempat kalah 2-1 saat
dilatih oleh Iwan Setiawan. Namun, di tangan Alfredo Vera, Bajul Ijo terakhir
menang dengan skor 2-0. Memang sempat ada isu tak sedap menghampiri seperti
adanya pengaturan skor di laga ini, dimana nantinya Martapura FC menang. Isu
tersebut seakan membuat
‘Arek-arek
Suroboyo’
yang berada di lapangan tampil meledak, hasilnya mereka menang
dengan skor 3-1.


Atas kemenangan itu, Persebaya berhasil mengamankan tiket
untuk berkompetisi di Liga 1 pada musim 2018. Namun, perjuangan belum berhenti,
pada laga final mereka akan menghadapi PSMS Medan yang di laga semifinal
lainnya menang dengan skor 2-0 dari PSIS Semarang.


Mental juara para pemain Persebaya kali ini dipertaruhkan.
Maklum, ada beberapa yang beranggapan kalau tujuan mereka lolos ke Liga 1 sudah
cukup. Namun, tim kebanggaan Bonek itu ingin mengakhiri musim 2017 dengan indah
yakni meraih trofi juara Liga 2.

 

Mencoba mengingatkan, menilik langkah Persebaya sejak 8
besar Liga 2, mereka dikenal memiliki ritual. Memang sebelum dan sesudah
pertandingan, para pemain, pelatih, dan ofisial Persebaya terlihat berlutut dan
melingkar di tengah lapangan. Hal ini diyakini dapat membangun rasa kebersamaan
di antara pemain.


Tak ada usaha yang tak membuahkan hasil, Persebaya telah
membuktikan dengan semangat dan jati diri yang dimiliki, mereka berhasil keluar
sebagai juara Liga 2. Pada partai puncak itu, Persebaya menang dengan skor 3-2,
tiga gol yang mengantar kemenangan dicetak Rishaldi Fauzi dan Irfan Jaya (dua
gol). Sementara gol pihak lawan disumbangkan Made Wirahadi dan Roni Fatahillah.


Kisah sukses Persebaya tak lepas dari dukungan para
pendukungnya yang dikenal militan. Buktinya, saat tim kebanggaannya tak
berkompetisi di naungan PSSI, Bonek urung memperlihatkan gairahnya dalam
menyaksikan sepakbola. Namun, kini pemain
 
ke-12 Persebaya itu bakal memberikan semangatnya kembali untuk
mengarungi sepakbola kasta tertinggi
 
Liga 1 musim 2018.

Tim Pantau
Sumber Berita
Dari berbagai sumber
Editor
Widji Ananta