Pantau Flash
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil

Liverpool Ogah Posisikan Diri sebagai Juara Bertahan Kontra Atletico Madrid

Liverpool Ogah Posisikan Diri sebagai Juara Bertahan Kontra Atletico Madrid Latihan Liverpool jelang laga melawan Atletico Madrid. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Manajer Liverpool Jurgen Klopp menegaskan sudah mencopot embel-embel status juara bertahan dari timnya menjelang laga pertama 16 besar Liga Champions menghadapi Atletico Madrid di Stadion Wanda Metropolitano, Rabu (19/2/2020) dini hari WIB. 

Alih-alih menggunakan pendekatan sebagai juara bertahan, Klopp ingin anak asuhnya menatap Liga Champions sebagai salah satu penantang gelar juara.

"Kami tidak merasa sebagai juara bertahan Liga Champions, lebih terasa bak penantang gelar juara dan itu yang ingin kami perlihatkan," kata Klopp dalam jumpa pers pralaga dilansir laman resmi Liverpool.

Baca juga Liverpool Diuntungkan dengan Absennya Bintang Atletico

"Kami ingin memesan satu tempat Istanbul jika memungkinkan, sebab itu salah satu tengara bersejarah bagi tim ini," ujarnya menambahkan, merujuk pada keberhasilan Liverpool menjadi juara Liga Champions pada 2005 di kota yang dulu bernama Konstantinopel itu.

Untuk mencapai hal itu, Klopp menegaskan timnya harus menyingsingkan lengan dan memperlihatkan kemampuan terbaik termasuk saat menantang Atletico di kandangnya sendiri.

Atletico, di mata Klopp merupakan sebuah tim yang begitu terorganisir dan bisa memaksakan hasil positif dalam situasi sesulit apapun di bawah kepelatihan Diego Simeone.

"Itu jelas, tapi di sisi lain, saya pikir banyak pihak yang belum pernah menghadapi tim seperti kami. Kami mengkombinasikan banyak hal," katanya.

Baca juga: Presiden Atletico Kecam Edinson Cavani

"Kami tidak buruk dalam organisasi pertahanan, memainkan sepak bola atraktif dan menghormati banyak aspek dalam olahraga ini. Kesiapan kami untuk bertarung mati-matian adalah sesuatu yang luar biasa saya pikir," jelas pelatih asal Jerman itu. 

Liverpool saat ini boleh dibilang berada dalam kondisi kelengkapan skuat terbaik menyusul sembuhnya banyak pemain-pemain kunci, termasuk Sadio Mane yang baru kembali dari cedera dan langsung menjadi penentu kemenangan di laga terakhir The Reds di Liga Inggris.

Klopp jelas tak ingin mengulangi modal negatif dari lawatan ke Spanyol seperti kontra Barcelona musim lalu, meskipun akhirnya bisa bangkit disokong keangkeran Anfield.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: