Lorenzo Akui Ducati Buat Perubahan Luar Biasa untuk Musim 2018

Jorge Lorenzo. (Foto: Ducati Corse)Jorge Lorenzo. (Foto: Ducati Corse)

Pantau.com – Jorge Lorenzo menutup uji coba pramusim di Sirkuit Sepang Malaysia dengan gemilang. Ia membubuhkan waktu tercepat dengan 1 menit 588 detik. Angka ini menunjukkan jika dirinya berpotensi untuk menantang gelar juara dunia.


Seperti diketahui, musim lalu, Lorenzo tampil kurang maksimal dalam mengendarai Desmosedici GP17. Hal itu tentu didasari cara Lorenzo menunggangi motor buatan eropa. Seperti diketahui, selama kariernya, rider asal Spanyol itu selalu menunggangi tim pabrikan Jepang.


Baca Juga: Lakukan Uji Coba di Sepang, Lorenzo Tampil Cemerlang


Hasilnya, memang mengecewakan. Lorenzo menuntaskan MotoGP 2017 dengan berada di posisi ketujuh dengan raihan 137 poin. Berbeda dengan rekan setimnya, Andrea Dovizioso yang berhasil keluar sebagai runner-up.

Belajar dari kegagalannya, X-Fuera- julukan Lorenzo- berusaha tampil sempurna di awal musim ini. Menurutnya, ban memiliki pengaruh yang besar ketika berada di lintasan. Kini, dengan keseimbangan serta sistem pengereman yang baik, karet bundar di motor bisa terjaga hingga mencapai garis finis.

Tim pabrikan asal Italia juga memberikan motor terbaik dengan merancang khusus untuk gaya balap Lorenzo. Alhasil peraih lima gelar juara grand prix itu puas dengan Desmosedici GP18.

“Seperti yang kita lihat tahun lalu, ban memiliki banyak pengaruh dari satu jalur ke trek lainnya. Kejuaraan ini sangat dekat. Empat atau lima brand sangat kompetitif. Dari satu jalur ke jalur lainnya, beberapa merek bisa berada di depan yang lain, dan di trek berikutnya,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari Crash, Rabu (31/1/2018).

“Jadi untuk melaju dengan motor baru ini lebih baik. Kita harus melihat semua balapan, karena kita tidak memiliki kesempatan untuk melakukan simulasi penuh. Perasaannya sangat bagus. Seperti yang saya katakan pada hari pertama, motor ini memberi saya lebih percaya diri dan ini lebih disesuaikan dengan gaya saya,” tuntasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta