Pantau Flash
Merasa Percaya Diri karena Sudah Divaksin Turut Pengaruhi Lonjakan Kasus COVID-19
Hindari Kerumunan, Kemenag Wajibkan Panitia Kurban Antar Daging ke Rumah Penerima
Pemerintah Izinkan Shalat Idul Adha Digelar di Masjid di Luar Zona Merah dan Oranye
Wapres Sebut MUI Terapkan Moderasi dalam Fatwa Vaksin COVID-19
Pemerintah Anggarkan Rp2 Triliun untuk Bayar Utang ke Guru dan Dosen Agama

Menpora Ditemui Exco dan Calon Ketua Umum PSSI Bahas Polemik Kongres

Menpora Ditemui Exco dan Calon Ketua Umum PSSI Bahas Polemik Kongres Konferensi pers PSSI. (Foto: Antara)

Pantau.com - Komite Eksekutif (Exco) PSSI Refrizal dan calon Ketua Umum PSSI 2019-2023, Vijaya Fitriyasa, menemui Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali di kantornya pada Senin 28 Oktober 2019 untuk membahas polemik kongres PSSI 2 November 2019.

“Kami meminta Menpora agar memfasilitasi pihak-pihak yang berseteru soal jadwal kongres. Saya inginnya semua pihak mengambil jalan tengah, ‘win-win solution’,” ujar Vijaya.

Jadwal kongres pemilihan Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2019-2023, yaitu ketua umum, dua wakil ketua umum serta 12 anggota exco, pada 2 November 2019 dipermasalahkan beberapa calon ketum PSSI, seperti Ketua DPD RI 2019-2024 La Nyalla Mattalitti.

Baca juga: La Nyalla Mattalitti Tolak Kongres PSSI 2 November 2019


Menurut La Nyalla, kongres itu bermasalah karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal PSSI, AFC dan FIFA, yakni 25 Januari 2020. Dengan demikian pemilik suara (voter) yang terlibat pun voter hasil kompetisi 2019.

Apabila berlangsung 2 November, Exco terbaru PSSI akan dipilih oleh 86 voter tahun 2018 yang terdiri dari 34 asosiasi provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, Asosiasi Futsal dan Asosiasi Sepak Bola wanita.

Adapun PSSI bertahan untuk kongres tanggal 2 November karena menurut mereka jadwal itu sudah disetujui oleh FIFA dan sesuai Statuta 2019.

“Masing-masing pihak seharusnya menahan diri dan menyampingkan ego masing-masing. Kita harus bicara untuk kepentingan nasional. Apalagi, saat ini ada momentum Piala Dunia U-20 di 2021 dan kita harus menyelamatkan itu. Jangan sampai gara-gara PSSI kisruh kita batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20,” kata Vijaya yang mengaku secara pribadi lebih memilih kongres pada 20 Januari 2020.

Sementara anggota Exco PSSI Refrizal mengaku bahwa kedatangannya ke kantor Menpora hanya sekadar mengobrol. “Saya di PSSI ingin sepak bola kita berprestasi. Untuk itu, ya, kita harus ikuti negara maju seperti Jepang, Korea Selatan yang juga bekerja sama dengan pemerintah,” tutur Refrizal.

Baca juga: PSSI Gelar Kongres Pemilihan Ketum November, FIFA Tak Beri Restu


Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan kongres pemilihan Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2019-2023 pada tanggal 2 November 2019 sah dan legal karena didukung oleh FIFA dan sesuai Statuta PSSI tahun 2019.

Artinya, kata Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI Gatot Widakdo, kongres tersebut tidak bisa disebut bermasalah. Sebagai bentuk dukungan, FIFA dan AFC memastikan akan menghadiri kongres tersebut melalui perwakilan masing-masing.

FIFA mendelegasikan Head of Member Association Governance Service, Luca Nicola dan Development Manager Southeast and East Asia, Lavin Vignesh.

Sementara AFC mengutus tiga orang, yakni Head of South Asia Unit AFC Member Association and Regional Associations Departemen, Purushottam Kattel, Manager of Asean Unit AFC Member Association and Regional Associations Departement, Nhodkeo Phawadee dan Secretary of AFC Member Association and Regional Associations Departement, Varankumar Sagaran untuk kongres yang rencananya digelar di Jakarta itu.



Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Kontributor - RZS

Berita Terkait: