OCA Berlakukan Aturan Baru, Cabor Pencak Silat Was-Was

Sekjen PB Ikatan Pencak Silat IndonesiaSekjen PB Ikatan Pencak Silat Indonesia

Pantau.com Olympic Council of Asia (OCA) menerapkan peraturan baru untuk Asian Games 2018. Di mana setiap kontingen boleh mengikuti semua nomor pertandingan cabor yang diikuti. Hal tersebut ternyata membuat cabang olahraga (cabor) olahraga pencak silat was-was.

Cabor pencak silat semula hanya memperbolehkan setiap kontingen mengikuti maksimal 13 nomor dari 16 yang ada. Namun, dengan adanya peraturan tersebut, pencak silat harus mengikuti apa yang sudah diterapkan OCA.

Tidak hanya itu, OCA juga menerapkan aturan mengenai minimal jumlah peserta yang tampil dalam setiap nomor. Untuk pencak silat, OCA menerapkan minimal enam kontingen yang ikut ambil bagian di setiap nomor pertandingan.

Hal ini tentu membuat Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) was-was. Pasalnya, tidak banyak kontingen yang memiliki kekuatan untuk tampil di 16 nomor pertandingan yang ada, terutama untuk nomor seni ganda dan beregu.

“Sekarang setelah di data, negara yang ikut Asian Games insya Allah bisa mencapai enam kontingen. Tapi bisa saja satu atau dua kontingen yang mundur sehingga nomor tersebut tidak akan dipertandingkan,” ujar Sekjen PB IPSI, Erizal Chaniago saat ditemui di Padepokan Pencak Silat, Rabu (14/2/2018).

“Jadi ini tantangan baru. Kami sedang mengusahakan. Memang sementara itu kami bisa nerfas lega karena untuk kuota enam negara bisa terpenuhi. Tapi tidak menutup kemungkinan, kalau peserta lima negara, satu nomor akan hangus,” tambahnya.

Oleh karena itu, Ical –sapaan Erizal – menambahkan, saat ini PB IPSI terus menjalin komunikasi dengan negara-negara peserta Asian Games untuk dapat memenuhi kuota minimal jumlah peserta. Tidak hanya itu, bahkan PB IPSI bersedia mengirim pelatih-pelatih terbaik agar negara-negara peserta berani menerjunkan atletnya di Asian Games nanti.

“Begitu keluar peraturan baru saya langsung kumpulkan 10 negara di sini. Saya sudah jelaskan. Kami akan bantu (mengirim) pelatih. Bila mereka masih ada nomor yang lemah akan kami bantu pelatih. Kalau perlu mereka kami kasi berlatih di sini,” jelas Ical.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta