Pantau Flash
Satgas Laporkan 5.910.921 Jiwa Warga Indonesia Telah Mendapatkan Vaksinasi Lengkap
Polisi Libatkan Interpol Buru Pria Mengaku Nabi ke-26
Kanada Kembali Laporkan Kasus Pembekuan Darah Akibat Vaksin AstraZeneca
Penerima Vaksin COVID-19 Bertambah 95.060 Menjadi Total 10.801.244 Orang
Fly Over Cakung Bakal Uji Coba Perdana pada 19 hingga 21 April

Owi: Atlet PB Djarum yang Ketahuan 'Ngerokok' Langsung Dikeluarkan

Owi: Atlet PB Djarum yang Ketahuan 'Ngerokok' Langsung Dikeluarkan Tontowi Ahmad bersama pasangannya, Winny Oktavina Kandaw. (Foto: Dok. PBSI)

Pantau.com - Salah satu atlet PB Djarum Tontowi Ahmad mengatakan klubnya tersebut memiliki komitmen tinggi dalam menjaga para pemainnya dari paparan rokok. Bahkan, kata dia, PB Djarum tidak segan-segan mengeluarkan atletnya jika ketahuan merokok. 

Dalam beberapa hari terakhir, salah satu klub bulu tangkis kenamaan, PB Djarum terlibat polemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Keduanya terkait menyelenggaraan audisi umum yang dilakukan klub asal Kudus, Jawa Tengah. 

Baca Juga: PB Djarum Pamit, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Bisa Terputus

KPAI menilai PB Djarum sudah melakukan eksploitasi terselubung kepada para peserta audisi umum. Dimana anak-anak dipaksa menggunakan kaos dengan brand Djarum yang identik dengan tembakau. 

Akibatnya PB Djarum memutuskan untuk menghentikan penyelenggaraan audisi umum yang sudah berlangsung sejak 2006 silam. Namun penghentian tersebut baru terlaksana pada 2020 mendatang. 

Namun Owi -sapaan Tontowi- merasa tuduhan KPAI tersebut sangat berlebihan. Peraih medali emas Olimpiade 2016 ini memastikan klubnya tersebut sangat ketat dalam menjaga atletnya dari paparan rokok. 

Baca juga: Lahirkan Atlet Potensial, PB Djarum Ikat 2 Pelatih Nasional

"Di PB Djarum itu, atlet-atlet dilarang merokok. Bisa dikeluarkan. Saya saja (yang sudah di Pelatnas PBSI), kalau ketahuan merokok bisa dihukum, dikeluarkan juga," ujar Owi.

"Tidak ada itu PB Djarum melegalkan atletnya merokok. Mereka tak pernah menekankan atletnya untuk merokok. Mereka justru melarang," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Reza Saputra
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: