PB PABBSI Siap Bantu Selesaikan Kasus Poligami Deni

Joko Pramono. (Foto: Pantau.com/ Reza Saputra)Joko Pramono. (Foto: Pantau.com/ Reza Saputra)

Pantau.com – Jagad dunia maya saat ini tengah dihebohkan dengan kasus poligami yang dilakukan salah satu atlet angkat besi Indonesia, Deni. Peraih emas SEA Games 2017 dikabarkan menikahi siswi kelas dua Sekolah Mengah Kejuruan (SMK), sementara ia sudah memiliki seorang istri.


Kasus poligami tersebut terungkap saat istri sahnya, Wiwi Sofiyanty yang menggunggah percakapannya dengan istri kedua Deni ke media sosial. Sontak saja, unggahan tersebut langsung menjadi viral.


Kasus Deni tentu menjadi perhatian lantaran statusnya sebagai atlet nasional. Oleh karena itu, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi-Binaraga Indonesia (PB PABBSI) menyatakan akan turun tangan. 


“Percayakan pada PB PABBSI untuk selesaikan masalah ini. Siapa yang tidak ingin keluarga bahagia, kalian belum tahu apa yang terjadi. Tidak perlu diberi tahu, ini keluarga orang. Tapi kami cari jalan terbaik dan tidak ada yang dikorbankan,” ujar Wakil Ketua Umum (Waketum) PB PABBSI, Joko Pramono di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Rabu (31/1/2018).


Baca Juga: Terciduk Poligami, Atlet Ini Berpotensi Bakal Dicopot sebagai PNS


Lebih lanjut, Joko mengatakan, saat ini Deni sudah mengurus perceraiannya dengan Wiwi di Kantor Urusan Agam (KUA). “Saat ini sudah ditangani KUA dan masuk pengadilan agama. Biar mereka selesaikan, sudah pada jalur yang benar,” tambahnya.


Selain itu, Joko meminta Deni untuk tetap fokus menjalani latihan. Pasalnya, Deni merupakan salah satu kuda hitam yang dipersiapkan PB PABBSI untuk mendulang medali di ajang Asian Games 2018 yang berlangsung 18 Agustus hingga September 2018.


“Kalau Deni macam-macam, kami sudah tegaskan kalau berpengaruh ke latihan maka kamu berkorban dua kali (karier dan keluarga). Untung kompensasi Deni dengan kejadian rumah tangga, dia kompensasi ke latihan. Dia ini kuda hitam yang kita harapkan (raih) emas di Asian Games,” jelas Joko. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta