Pantau Flash
Ditresnarkoba: China Pemasok Terbesar Narkoba ke Indonesia
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut BRI
Presiden Jokowi Minta Segera Disiapkan Timnas Basket yang Tangguh
Persebaya Lolos ke Final Piala Gubernur Jatim 2020 Usai Bungkam Arema 4-2
Pelindo I Resmi Jadi Anggota Kadin

Pemerintah Akui Sulit Gantikan PB Djarum Gelar Audisi Umum

Pemerintah Akui Sulit Gantikan PB Djarum Gelar Audisi Umum Audisi Umum PB Djarum. (Foto: Situs resmi PB Djarum)

Pantau.com - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewa Broto mengakui sulitnya Pemerintah untuk menggelar audisi pencarian bakat bibit-bibit muda seperti yang dilakukan klub PB Djarum untuk cabang olahraga (cabor) bulu tangkis. 

Oleh karena itu, Gatot menjelaskan, Pemerintah membutuhkan kerja sama dengan pihak swasta untuk bisa memajukan olahraga Tanah Air terutama dalam mencari bibit-bibit muda. 

"Kalau audisi PB Djarum kan siatnya masih dengan biaya besar. Jadi kalau (Pemerintah) disuruh menggantikan apa yang dilakukan Djarum, anggarannya tidak cukup," kata Gatot. 

Baca Juga: PB Djarum Pamit, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Bisa Terputus

Sejatinya, Pemerintah melalui Kemenpora sudah memiliki program pembinaan atlet muda yakni Pusat Pendidikan dan latihan Pelajar (PPLP) serta Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) yang tersebar di Indonesia. 

Hanya saja, kata Gatot, PPLP dan SKO tidak berfokus pada satu cabor saja. Sementara, Pemerintah menyerahkan kepada pihak swasta seperti PB Djarum yang ingin berkonstrasi pada satu cabor. 

"Tapi bukan berarti PPLP tak maksimal. Egi Maulana Vikri, Witan Sulaiman dan Lalu Muhammad Zohri adalah hasil didikan PPLP," ujar Gatot.

"Namun, (dana yang dimiliki PPLP) itu pas-pasan, dan tak bisa apple-to-apple dengan pembinaan yang dilakukan PB Djarum. Kemenpora sendiri tak (mungkin) hanya menganakemaskan cabor bulutangkis, karena nanti itu akan jadi sorotan," sambungnya.

Lebih lanjut, Gatot menambahkan, Kemenpora dengan jelas mendukung penuh audisi umum yang dilakukan PB Djarum. Pasalnya, ia menekankan, tidak mungkin hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN) untuk program pembinaan. 

"Jujur, pembinaan olahraga tak mungkin andalkan APBN, karena terbatas. Karena itu, kami selalu bermitra dengan dunia usaha," kata dia. 

Baca Juga: Menpora: Tak Ada Eksploitasi Anak dalam Audisi Umum PB Djarum

Sekadar informas, PB Djarum memutuskan untuk menghentikan program audisi umum dalam mencari bibit-bibit muda bulu tangkis Tanah Air pada 2020 mendatang.

Keputusan ini diambil oleh klub asal Kudus, Jawa Tengah tersebut menyusul polemik yang terjadi dengan Komsisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). 

KPAI menuding ada eksploitasi anak secara terselubung yang dilakukan PB Djarum dalam audisi umum tersebut. Anak-anak yang mengikuti audisi, kata KPAI dipaksa menggunakan kaos dengan bran Djarum yang notabe merupakan produk tembakau. 

Tim Pantau
Editor
Reza Saputra
Penulis
Reza Saputra
Category
Olahraga

Berita Terkait: