Pantau Flash
COVID-19 Indonesia 1 April: 1.677 Positif, 103 Sembuh, dan 157 Meninggal
Kapolri Segera Terbitkan TR SOP Penanganan Penyebaran COVID-19
Tottenham Potong Gaji Karyawaran Sebesar 20 Persen
Ganjar Mohon Tak Ada Lagi Penolakan Pemakaman Jenazah Positif COVID-19
Korona di DKI Jakarta 1 April: 794 Positif, 87 Meninggal, dan 51 Sembuh

Polisi Amankan Rudal Milik Oknum Fans Garis Keras Juventus

Headline
Polisi Amankan Rudal Milik Oknum Fans Garis Keras Juventus Rudal. (Foto:AP/ Tino Romano)

Pantau.com - Polisi Italia berhasil menyita senjata berbahaya milik pendukung garis keras klub Juventus. Diketahui, tiga orang menyimpan memorabilia neo-Nazi berupa senjata dan juga rudal.

Tiga orang itu yakni dua orang berwarga negara Italia dan seorang warga negara Swiss. Kejadian ini terungkap pada Senin 15 Juli 2019 waktu setempat.

Penyelidikan dimulai ketika spanduk Neo-Fasis dari kelompok ultras Juventus, Drughi ditemukan di daerah Legio Subalpina, Turin. Dimana akhirnya mengarah ke sebuah gudang persenjataan yang memiliki daya ledak luar biasa.

Baca juga: Angkatan Udara Saudi Klaim Militan Houthi Luncurkan Rudal ke Mekah

Rudal tersebut baru-baru ini digunakan oleh angkatan bersenjata Qatar yang memiliki jarak tempuh 25 km. Bom itu diproduksi di Prancis pada tahun 1980 dengan kekuatan ledakan 30 kg. Selain itu terdapat juga lambang Nazi dengan perisai besar Swastika bertuliskan "Adolf Hitler Platz" dan dan lencana perang lainnya.

Barang bukti penemuan polisi Italia. (Foto: Twitter)

Kepala satuan operasi, Carlo Ambra mengungkapkan penemuan yang dilakukan begitu erat hubungannya dengan kelompok ultras. Hal ini dialamatkan ke penggemar garis keras Juve yang memiliki hubungan dengan kelompok fasis.  

“Koneksinya ditemukan antara kelompok-kelompok Neo-Fasis dan Neo-Nazi dan kelompok-kelompok ultras, khususnya Juventus dan bagian Drughi Giovinezza. Ada juga hubungan dengan kelompok penggemar Juventus yang lebih tradisional dan militan paling kanan lainnya,” jelas kepala satuan tim di Turin, Carlo Ambra mengutip dari The Guardian.

Hingga kini pihak kepolisian tengah melakukan penyidikan lebih lanjut terkait motif apa yang membuat pendukung garis keras tim sepakbola memiliki senjata berbahaya.

Tim Pantau
Sumber Berita
The Guardian
Editor
Widji Ananta