Pantau Flash
Gunung Merapi Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Mencapai 3.000 Meter
Kasus Positif Korona Jakarta Capai 1.719: 155 Meninggal dan 82 Sembuh
Derby della Madoninna Pindah ke Lapangan Virtual
Bamsoet Minta Masyarakat Kerja Sama dengan Pemerintah Guna Atasi Korona
Faktor Iklim Pengaruhi Penularan Virus Covid-19

PP PBSI Lakukan Penyesuaian Pasca Olimpiade 2020 Diundur

PP PBSI Lakukan Penyesuaian Pasca Olimpiade 2020 Diundur Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Foto: Dok. PBSI)

Pantau.com - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PP PBSI) menyambut baik keputusan penundaan Olimpiade 2020 Tokyo akibat pandemi virus korona jenis baru atau COVID-19. 

Oleh karena itu, Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan akan melakukan penyesuaian yang dilakukan federasi dan para pemain. Mengingat Olimpiade diundur hingga satu tahun lamanya. 

Baca juga: PB Perpani Hentikan Kegiatan sebagai Imbas Pandemi Virus Korona

"Kami akan ikuti, apa yang menjadi keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), karena saat ini yang penting adalah keselamatan dan kesehatan peserta olimpiade. Wabah Covid-19 membuat kami semua tidak punya pilihan lagi, harus ikuti prosedur yang sudah ditentukan," ujar Budiharto seperti dikutip dari situs resmi PP PBSI.

"Keputusan ini dibuat tentunya dengan mempertimbangkan banyak hal, dan tidak dipungkiri harus ada banyak penyesuaian juga dari pemain. Harus ada adjustment dengan kondisi perubahan jadwal turnamen, program latihan, dan sebagainya," lanjutnya. 

Lebih lanjut Budiharto menjelaskan PBSI belum mengetahui mekanisme kualifikasi Olimpiade pasca diputuskan mundur hingga 2021. Jika berdasarkan aturan awal, kualifikasi Olimpiade untuk cabang olahraga bulu tangkis akan ditutup pada akhir April 2020. 

Baca juga: Indonesia Hormati Keputusan Penundaan Olimpiade 2020

"Kami harus melihat dulu perkembangannya, termasuk jika ada perubahan ketentuan dari BWF terkait kualifikasi olimpiade dan pembekuan rangking. Secara prinsip, PBSI akan mengirim pemain yang berpeluang besar mendapat medali," ungkap Budiharto. 

"Kami tidak tahu keputusan BWF seperti apa nantinya, apakah akan ada hitungan baru lagi. Kami akan sesuaikan, sekarang kami belum bisa berkata bisa ada perubahan atau tidak," tutur Budiharto. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: