Pantau Flash
Cair H-10! Sri Mulyani Siapkan Rp30,6 Triliun untuk THR PNS
Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri Tak Mudik Lebaran
Eks Ketua Pengadaan Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,829 Miliar
KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Menhan Prabowo: Segera Modernisasi Alutsista 3 Matra
Update COVID-19 22 April: Kasus Positif Naik 6.243 dengan Total 1.626.812

PSSI Akui Rusuh GBK Pengaruhi Pencalonan Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021

Headline
PSSI Akui Rusuh GBK Pengaruhi Pencalonan Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021 Seorang suporter Indonesia menyerang kelompok suporter Malaysia. (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Pantau.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengakui insiden ricuh suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis lalu, berdampak kepada pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021.

"Kejadian yang kami sayangkan itu sedikit banyak pasti memengaruhi pencalonan. Mudah-mudahan dampaknya tidak terlalu besar," kata Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI Gatot Widakdo di Jakarta, Minggu (8/9/2019).

Baca juga: PSSI Siap Terima Sanksi FIFA

Menurut Gatot, demi menekan pengaruh peristiwa itu terhadap pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, PSSI akan memberikan penjelasan kepada FIFA.

Setelah itu, PSSI hanya bisa pasrah menunggu keputusan badan sepak bola dunia itu, termasuk soal sanksi akibat keributan tersebut.

"Kami menunggu apa pun kebijakan FIFA. Sekali lagi, semoga impact-nya tidak besar," tutur Gatot.

Indonesia menjadi salah satu calon tuan rumah Piala Dunia U-20 edisi 2021. Indonesia bersaing dengan Peru dan Brasil. Kericuhan di SUGBK terjadi saat Indonesia menghadapi Malaysia dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Baca juga: Timnas Indonesia Dipermalukan Malaysia 2-3 di SUGBK

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyatakan bahwa pendukung timnas Malaysia diintimidasi suporter Indonesia dari sebelum, selama dan setelah pertandingan. FAM telah melaporkan kejadian itu kepada FIFA dan AFC.

Laga itu bahkan sempat terhenti selama sekitar 10 menit pada babak kedua karena suporter Indonesia masuk ke lintasan lari di tepi lapangan. Kemasan minuman dan bom asap juga dilemparkan kepada pendukung timnas Malaysia.

Setelah laga, suporter Malaysia harus berlarian menyelamatkan diri dari lemparan-lemparan itu.

Pendukung Indonesia juga diketahui  bentrok dengan polisi di luar SUGBK beberapa saat setelah pertandingan selesai.

Pemerintah Indonesia melalui Menpora Imam Nahrawi telah meminta maaf langsung kepada pemerintah Malaysia melalui  Menpora Syed Saddiq, atas insiden suporter itu.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: