Pantau Flash
Kemenhub: Sepeda Akan Dibagi Jadi 2 Kategori dengan 7 Jenis Persyaratan
Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris Positif COVID-19
Tim SAR Kerahkan 4 Helikopter ke Paniai Evakuasi Heli PT NUH
Total Kasus Positif di Lingkungan KPK Mencapai 115 Orang
Pesawat Dabi Air Ditembaki di Bandara Bilogai Papua oleh KKB

PSSI Gelar Kongres Pemilihan Ketum November, FIFA Tak Beri Restu

Headline
PSSI Gelar Kongres Pemilihan Ketum November, FIFA Tak Beri Restu Kongres PSSI di Ancol. (Foto: Pantau.com/Reza Saputra).

Pantau.com - Komite Pemilihan (KP) PSSI yang akan menjaring calon Ketua Umum PSSI periode 2020-2024, baru akan bergerak setelah mendapatkan kejelasan Kongres Pemilihan PSSI. Termasuk jadwalnya akan ditentukan setelah Komite Executive (exco) PSSI.

Sebelumnya terdengar kabar bahwa FIFA sudah menjawab surat pemberitahuan percepatan Kongres PSSI. Seperti diketahui, surat pada 7 Agustus itu ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PSSI. Sementara itu, Ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman mengatakan, sudah bertemu dengan PSSI dan Komite Pemilihan hanya tinggal menunggu saja.

"Komite Pemilihan baru bertemu dengan federasi. Pekan lalu ketemunya, mereka menyampaikan SK penunjukkan. Saya sudah komunikasi dengan anggota KP lainnya juga. Kita akan berkerja setelah ada keputusan dari PSSI soal jadwal kongres. Karena surat PSSI ke FIFA sudah dijawab, saya sudah terima tembusannya dari Sekjen," ujar Syarif saat dihubungi wartawan, Senin (12/8/2019).

Baca Juga: Terdampar di Zona Merah, Kapten Persija Enggan Lempar Handuk

Kalau melihat dari isi surat FIFA tersebut, maka menurutnya, bisa diasumsikan bahwa status jadwal pemilihan tetap di Januari 2020. Dengan asumsi pelaksanaan kongres di Januari, Syarif pun menilai idealnya KP akan bekerja 1-2 bulan sebelum kongres pemilihan berlangsung.

"Idealnya kita bekerja 1-2 bulan sebelum kongres. Jadi kalau berbicara timeline, prosedurnya mulai pembukaan pendaftaran pada Oktober nanti. Tapi kalau PSSI tetap memutuskan kongres digelar November, maka kami akan berkerja paling cepat Agustus ini atau paling lambat awal September harus mulai untuk penyusunan syarat administrasi pendaftaran bakal calon. Untuk peralatan pemilihannya kan sudah ada di status. Tinggal PSSI mau kapan. Kami melihatnya tidak ada ruang untuk melaksanakan pemilihan di November ini," tambahnya.

Syarif melihat tidak ada cukup alasan untuk menggelar Kongres Pemilihan secara terburu-buru. Karena logikanya, menurut dia, kompetisi Liga 1 berakhir pada Desember 2019, lalu PSSI juga masih menerima dana dari FIFA untuk tahun ini, hingga kalau diganti pada November, siapa yang akan mempertanggungjawabkannya.

"Masalah ini pokok pangkalnya dari pengelolaan organisasi. Artinya semua harus taat aturan. ‘The right man on the right place’,” ungkapnya.

Baca juga:

Jika melihat surat FIFA, yang diterima Pantau.com, tertulis, bahwa seperti yang diketahui keputusan yang diambil pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 27 Juli 2019 lalu hanya merupakan langkah berikut untuk mengimpementasikan roadmap yang sudah disepakati antara FIFA/AFC dan PSSI.

Bahwa, statuta dan kode pemilihan, serta pembentukan Komite Pemilihan akan jadi langkah menuju pemilihan Exco PSSI baru untuk empat tahun kedepan pada Kongres Biasa di Januari 2020. ‘Roadmap’ ini sudah diajukan kepada kami pada 24 April 2019 dan diendorse oleh PSSI pada 1 Mei 2019 lalu.

"Tapi, kami juga memiliki catatan bahwa exco PSSI telah menggelar rapat darurat pada 27 Juli 2019 lalu yang memutuskan untuk memajukan jadwal kongres pemilihan PSSI pada 2 November 2019. Lalu sekarang PSSI mencari saran kami untuk masalah ini? Lewat konsultasi yang dilakukan dengan AFC, kami merekomendasikan bahwa PSSI harus tetap berpegangan pada ‘roadmap’ awal dan tetap menggelar kongres pemilihan pada rencana semula, yakni Januari 2020. Kecuali ada alasan yang kuat untuk memajukan kongres, dan hal tidak terindikasikan dalam surat yang diberikan kepada kami," Isi surat yang ditandatangani oleh Sekjen FIFA, Fatma Samoura.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL

Berita Terkait: