Pantau Flash
Jokowi Bakal Lantik Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri pada 27 Januari
Pimpinan MPR Dukung Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang
COVID-19 RI per 25 Januari: Total Kasus Positif Mencapai 999.256
Aneh tapi Nyata, Kisah Diki Jenggo yang Mati Suri Dua Kali Padahal Sempat Membusuk
LaporCovid-19: Ada 34 Pasien Covid Ditolak RS karena Penuh

Quartararo Siap Tantang Marquez di GP Aragon

Quartararo Siap Tantang Marquez di GP Aragon Quartararo bersaing dengan Marquez di GP San Marino. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Rookie Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, siap kembali menjadi penantang utama juara dunia tujuh kali Marc Marquez (Repsol Honda) di GP Aragon pada 22 September 2019 mendatang.

Pembalap berusia 20 tahun asal Spanyol itu semakin percaya diri usai mampu menahan Marquez di hampir sepanjang balapan GP San Marino, di Sirkuit Misano Marco Simoncelli.

Quartararo, yang start dari posisi ketiga, memimpin hampir sepanjang lomba dan menahan Marquez sekitar 0,2 detik di belakang sebelum sang pebalap Honda itu melakukan serangan di lap terakhir untuk merebut podium juara.

Tak ayal, harapan Quartararo untuk meraih gelar juara balapan di debutnya di kelas premier pun pupus.

Baca juga: Hasil MotoGP San Marino 2019, Marc Marquez Juara di Kandang Rossi
 
"Ini bukan hanya momen terbaik di karirku, tapi di hidupku," kata Quartararo usai lomba seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Dia bangga bukan karena kehilangan peluang juara di lap terakhir, tapi mendapati dirinya bisa memberikan perlawanan kepada sang juara dunia.

Quartararo musim ini juga langganan sebagai pembalap yang tercepat di sejumlah sesi latihan dan kualifikasi. Tercatat tujuh kali dia start dari baris terdepan, tiga di antaranya dari pole position. Pebalap berjuluk El Diablo itu pun telah empat kali naik podium musim ini.

"Ketika kalian mendapati juara dunia tujuh kali di belakang di setiap lap dan dia menyalipmu di tikungan pertama, dan kau menyalipnya lagi di tikungan empat... aku sangat senang bertarung dengannya," kata Quartararo.

"Kali ini kami sangat ketat dengan dia. Aku kira kami menjaga ban dengan sangat baik, sisi kiri ban lebih kritis dari milikinya, tapi sisi kanan kami cukup baik jadi selangkah demi selangkah kami belajar dan ini sangat bagus untuk kami,"tambahnya.
 
Quartararo kehilangan pimpinan lomba di tikungan pertama, namun mampu menyalip lawannya kembali untuk sementara waktu sebelum kehilangan posisinya lagi dan finis runner-up.

"Hal yang bisa dipetik adalah aku bisa menyalipnya lagi, dan itu memberiku kepercayaan diri ketika pulang ke rumah dan mengatakan 'dia juara dunia tujuh kali, tapi kita bisa menyalipnya'. Dia manusia layaknya kita dan benar di tikungan tiga aku melindas curb, itu semata-mata untuk melakukan overtake karena aku tahu jika aku tak menyalipnya di sana, maka tidak akan mungkin bisa menyalipnya lagi, jadi aku sangat senang apa yang kami raih hari ini,"tuntasnya.


Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: