Pantau Flash
Menuju 'New Normal', Magelang Akan Perketat Protokol Kesehatan
Tercatat Ada 1.502 Pelanggar Selama PSBB Bogor
Pembatasan Virus Korona Berkurang, Harga Minyak Dunia Naik
Ekonomi Dunia Kembali Dibuka, Dolar AS Tergelincir
Jepang Jalani 'The New Normal' Usai Status Darurat COVID-19 Dicabut

Rionny Akui Miliki Tugas Berat Perbaiki Sektor Tunggal Putri

Rionny Akui Miliki Tugas Berat Perbaiki Sektor Tunggal Putri Rionny Mainaky. (Foto: PBSI)

Pantau.com - Pelatih anyar Tunggal Putri, Rionny Mainaky, diharapkan mampu memperbaiki sektor tunggal putri yang dinilai masih cukup lemah dari pada sektor lain. Namun belum lama mendampingi Gregoria Mariska  dan kawan-kawan, ia sudah memiliki modal bagus setelah melihat potensi dan kekurangan yang dimiliki anak asuhnya tersebut.

Rionny baru pertama kali mendampingi sektor tunggal putri di Malaysia Open dan yang seharusnya di Singapore Open. Untuk turnamen yang terakhir ia diharuskan pulang karena anak kandungnya yang sakit.

Rionny pun menjelaskan apa saja yang menjadi kekurangan para pemainnya dan apa yang harus diperbaiki. Selama ini postur tubuh dianggap kurang atau menjadi pengaruh, ia menegaskan hal itu tidak menjadi pengaruh karena banyak pemain top dunia juga yang memiliki tubuh pendek.

"Kita pantau fisiknya, mentalnya, ke strecthingnya itu harus terus dilihat. karena beda-beda setiap pemainnya. Saya tahu kekurangan masing-masing anak. Fitriani memang ada fisik, tapi kemarin banpress masih kurang. Jadi ketahanan (perlu ditingkatkan)," ujar RIonny Mainaky saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (18/4/2019).

Baca Juga: Targetkan 2 Wakil di 16 Besar Dunia, Ini yang Dilakukan PBSI

"(Perkembangan) itu dari latihan, postur tidak begitu pengaruh. Yang penting kita kasih pola latihan sebanyak apa, dari gerak maju mundurnya, fisik di tambah. Jadi dibiasakan saja. Kalau kita kasih gerak maju mundur, kita bisa lihat ketahanan mereka sampai dimana," tambahnya.

Rionny menyadari betul tugasnya kali ini amat berat, apalagi, dia harus dihadapkan dengan Olimpiade 2020 Tokyo. Selain harus mendongkrak peringkat Fitriani dkk, Rionny harus menjawab ekspektasi publik yang berharap tunggal putri mampu menunjukkan taringnya di kancah internasional.

Untuk mewujudkan itu tidak mudah, tapi Rionny mengatakan akan melakukan yang terbaik, dan tentu para pemainnya pun diharapkan mampu memberikan yang terbaik. Ia menegaskan jika sebagai pemain tidak harus mengeluh tapi harus tetap fokus dan bisa tetap tahan dengan kondisi apapun.

"Mengeluh? itu dari individu. Tapi di Jepang yang top-top tidak pernah mengeluh, nikmati saja. Saya bagi pengalaman saya juga begitu ke mereka. Jadi dalam keadaan apapun pertandingan kita bisa tahan dengan kondisi apapun," tuntasnya.


Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Willa Wildayanti

Berita Terkait: