Pantau Flash
Positif COVID-19 di DKI Jakarta Bertambah Terus hingga 7.153 Kasus
Kasus Positif COVID-19 RI 25.773, Nihil Kasus Baru di 10 Provinsi
Desak Presiden Jokowi Mundur, Ruslan Buton Dibawa ke Jakarta
AS Akhiri Hubungan dengan WHO, Trump: Mereka Dikendalikan China
Ada 4.599 Kendaraan Menuju Jakarta Diputarbalik

Tak Jadikan Beban, Rionny Mainaky Yakin Bisa Angkat Tunggal Putri

Tak Jadikan Beban, Rionny Mainaky Yakin Bisa Angkat Tunggal Putri Rionny Mainaky. (Foto: PBSI)

Pantau.com - Pelatih Tunggal Putri PBSI, Rionny Mainaky yakin dirinya bisa memperbaiki dan mengembalikan kejayaan sektor tunggal putri yang masih menjadi momok sektor terlemah selama bertahun-tahun. Beban berat yang dipikulnya itu pun dijadikan sebuah keyakinan dengan pengalaman yang dimilikinya selama ini.

Seperti diketahui bahwa PBSI sangat selektif untuk menentukan pelatih. Bahkan, PBSI membiarkan kursi head coach di sektor itu kosong sejak tahun 2017 dan menugaskan asisten pelatih, Minarti Timur, untuk menangani Fitriani cs hingga 2019.

Meski begitu, pemain yang sudah berhasil mencetak pemain ganda putra terbaik Jepang seperti Takeshi Komura/Keigo Sonoda itu pun tau jika tugas yang diembannya cukup berat. Apalagi ia harus dihadapkan dengan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 yang sudah ada di depan mata.

"(Beban) tidak ada. Ke Jepang, kemarin pegang ganda putra juara juga. Ayok saya, karena  saya punya modal. Saya punya metode sendiri yang saya dapat dari sembilan pelatih berkualitas, mulai dari Tong Si Fu, sampai Rudy Hartono. Jadi saya yakin," ujar Rionny Mainaky saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis, 18 April 2019.

Baca juga: Rionny Akui Miliki Tugas Berat Perbaiki Sektor Tunggal Putri

Ia juga menceritakan kenapa beban yang akan ditanggungnya itu masih bisa dikembangkan dengan caranya sendiri. Tak hanya itu, Rionny juga mengatakan jika sebagai pemain seharusnya lebih optimis lagi dan berusaha melakukan yang terbaik. Sehingga, kata 'beban' tidak akan terjadi padanya. Tapi ketika atletnya tidak ada semangat, itu yang akan menjadikan beban bagi dirinya.

"Kenapa tidak ada beban, karena kita latihan, main, dan berusaha sebaik mungkin. Kalau masih kalah, ya sudah. Tapi kita bisa jawab. Namun, kalau anak-anak masih malas, itu saya beban," tambahnya.

Baca juga: Rionny Mainaky Siap Perbaiki Kekurangan Gregoria Mariska

Sementara mengenai pengangkatannya sebagai pelatih tunggal putri sendiri membuat masyarakat berekspektasi tinggi dengannya untuk bisa mengembalikan kejayaan sektor tunggal putri yang sudah hilang selama bertahun-tahun tersebut. Menanggapi hal itu, Rionny dengan percaya diri mengatakan bisa memberikan yang terbaik dan mengangkat prestasi dari sektor tunggal putri tersebut.

"Ya bisa lah (mengembalikan kejayaan sektor tunggal putri). Bukan kemungkinan, tapi bisa karena saya ada pengalaman dari anak kecil ke nasional. Jadi saya banyak tahu karakter orang, bagaimana kita harus memotivasi pemain," tuntasnya.

Tim Pantau
Penulis
Rifeni
Reporter
Willa Wildayanti

Berita Terkait: