Pantau Flash
Positif COVID-19 di RI Naik 3.509 Total Kasus 278.722 per 28 September
MenkumHAM Siap Hadapi Gugatan Tommy Soeharto Soal Partai Berkarya
Polri Limpahkan Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra ke Kejaksaan
Jokowi: Dibandingkan Kematian Rata-rata Dunia, Kita Masih Lebih Tinggi
Jokowi Perintahkan Rencana Vaksinasi COVID-19 Rampung dalam 2 Pekan

Tas Wasit dari Uganda Hilang, PBSI Evaluasi Sistem Keamanan

Headline
Tas Wasit dari Uganda Hilang, PBSI Evaluasi Sistem Keamanan Podium ganda putra di Indonesia Master 2020. (Foto: Dok. PBSI)

Pantau.com - Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan akan meningkatkan keamanan untuk turnamen bulu tangkis berikutnya di Indonesia. Hal ini menyusul insiden kehilangan tas yang dialami wasit Uganda, Harriet Semugabi di Indonesia Master 2020. 

"Kami memang 'kecolongan', karena seting (arena) setiap tahun selalu sama dan sebelumnya tidak ada kejadian seperti ini. Wasit juga meletakkan barangnya terlalu dekat dengan tribun penonton," kata Budiharto.

Baca juga: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Juara Indonesia Master 2020

Budiharto yang juga merupakan wakil ketua panitia penyelenggara Indonesia Master 2020 menjelaskan bahwa dari kejadian tersebut pihaknya sudah mendapat pelajaran untuk pelaksanaan ke depan. 

Pertama, panitia akan merancang agar posisi meja kendali pertandingan (match control site) berjauhan dengan area kursi penonton, dan kedua ialah pengawasan akan lebih ditingkatkan dengan memanfaatkan kamera CCTV. Hal lainnya yang akan dirampungkan PP PBSI adalah proses pemulangan Harriet ke negaranya. PBSI bersama dengan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) bekerjasama untuk mengurus dokumen yang dibutuhkan Harriet agar bisa kembali ke Uganda.

"Kami akan mencarikan dokumen perjalanan agar dia bisa pulang dengan selamat dari Indonesia ke Uganda, termasuk di sini akan kami bantu mengurus dokumen agar berjalan lancar," katanya menerangkan.

Baca juga: Ginting Raih Juara Indonesia Master 2020

BWF melalui Direktur Event Daren Parks menyanggupi upaya pemulangan Harriet dengan mengurus dokumen, meski belum bisa dipastikan kapan wasit tersebut bisa meninggalkan Indonesia.

"Itu hal yang tak bisa diduga, bisa terjadi kapan pun dan dimana pun. Kami pasti akan membantu agar bisa memulangkan dia ke negaranya," Daren menuturkan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: